logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 PANTURA
Line

Bangunan Atap SD Sangubanyu Roboh

BATANG - Dua ruang kelas SD Sangubanyu 01 Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ambrol. Bangunan lainnya terancam roboh. Karena itu, untuk sementara proses pembelajaran dipindah ke rumah penduduk dan Madrasah Diniyah Miftahul Ulum.

Semula kondisi bangunan SD tertua di wilayah Batang paling selatan atau sebelah utara Dataran Tinggi Dieng itu dari luar tampak memang masih bagus. Ternyata, kayu atap bangunan sudah banyak yang lapuk.

Sebelumnya, agar tidak ambrol, pihak sekolah menyangganya dengan bambu. Namun karena kerusakan sudah parah, bambu-bambu itu tidak mampu lagi menahan konstruksi atap tersebut.

Atap bangunan ambrol Sabtu (1/10) lalu pukul 00.30, tepatnya pada ruang kelas III dan IV. Saat itu kebetulan hujan deras mengguyur daerah Bawang.

"Untung, itu terjadi malam hari sehingga tidak ada korban. Melihat bangunan yang tinggal menunggu ambrol, terpaksa seluruh kelas saya kosongkan," ujar Kepala SD Bawang 1 Riyanto SPd didampingi Ketua Komite Sekolah Khaerudin.

Bekas Bongkaran

Dia menjelaskan, bangunan atap gedung SD Sangubanyu 01 memang sudah memprihatinkan. Kayu yang dipakai untuk kerangka atap kebanyakan sudah tua.

"Rata-rata bekas bongkaran SD Bawang 1 sekitar 1990. Karena itu, kondisinya sudah memprihatinkan," paparnya.

Kepala Desa Supriyanto SH mendesak Pemkab Batang segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekolah tersebut. Apabila terlalu lama, proses pembelaqjaran akan terganggu.

"Pemilik rumah yang ditempati juga sudah meminta dalam jangka waktu dua bulan bangunan gedung sekolah sudah selesai karena sebentar lagi puasa dan Lebaran."

M Yusuf, anggota Komisi B DPRD dari distrik Bawang menambahkan, Pemkab diminta bertindak cepat terkait dengan kerusakan SD Sangubanyu 01. Sebab, masalah itu sangat mengganggu proses pembelajaran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bawang Muhajirin SPd sudah melaporkan masalah itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. Dia mengakui kalau dilihat dari luar, SD Sangubangyu tampak terawat.

"Itu semua berkat kerja keras kepala sekolah bersama guru, didukung para orang tua murid dan komite. Namun ternyata, keadaan atap bangunan sudah parah. Mudah-mudahan segera diperbaiki." (ar-19m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA