| Rabu, 05 Oktober 2005 | PANTURA |
Harga Kebutuhan Pokok Naik 60%TEGAL - Harga kebutuhan pokok naik hingga 60% pascakenaikan BBM per 1 Oktober lalu. Kenaikan itu berdasarkan survei Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Usaha Kecil Menengah di tiga pasar induk, yakni Pasar Pagi, Pasar Anyar, dan Pasar Kejambon, kemarin. Menurut keterangan Nuril Syamsiah Budi Hastuti SH, kasi perdagangan dinas tersebut, kenaikan harga bahan pokok yang mencapai 60% terjadi pada cabai merah biasa dari harga Rp 10.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram. ''Harga dibandingkan dari sebelum kenaikan BBM, yaitu Jumat (30/9), dengan pascakenaikan BBM, Selasa (4/10),'' ungkap dia. Kenaikan yang signifikan terjadi pada cabai merah keriting. Harga semula Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Di samping itu, beras Cisadane II naik 12% menjadi Rp 3.700 dari sebelumnya Rp 3.300 per kilogram. ''Untuk beras IR 64 terjadi kenaikan Rp 200 dari semula Rp 3.200 menjadi Rp 3.400 per kilogram,'' ungkap Nuril. Sementara itu, harga sayuran seperti jagung pipilan kering naik 9% dan kacang tanah 6%. Harga telur ayam ras naik 9% dari sebelumnya Rp 8.100 menjadi Rp 8.800 per kilogram. Bahan bangunan seperti semen naik 7%. ''Harga semen per sak yang semula Rp 33.500 menjadi Rp 36.000,'' kata Nuril. Meskipun harga kebutuhan pokok naik, bawang merah tidak terpengaruh. Harganya tetap bertahan pada Rp 8.000 per kilogram. Dan, harga daging ayam justru turun 4%. ''Ayam potong per kilogram semula Rp 12.500 turun menjadi Rp 12.000,'' ucap Nuril. Penurunan harga daging ayam potong, lanjut dia, terkait dengan isu flu burung. Nuril memperkirakan, harga kebutuhan pokok akan terus merangkak naik sebelum ada ketetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah dari gubernur. (lei-52j) |