| Rabu, 05 Oktober 2005 | PANTURA |
Di Tanjungsari Ratusan Tak MelautPEMALANG - Ratusan nelayan di Dukuh Tanjungsari, Pemalang kini enggan melaut untuk mencari ikan. Mereka masih menunggu keadaan stabil setelah kenaikan solar dan minyak tanah, Sabtu (1/10). Sejumlah nelayan mengungkapkan, sejak Sabtu lalu banyak nelayan yang merasa bingung berangkat miyang (mencari ikan-Red). Mereka masih memperhitungkan untung ruginya jika melaut. Ada kekhawatiran, hasil tangkapan ikan tidak bisa menutup biaya perbekalan. ''Pada umumnya nelayan belum ada yang melaut. Para nelayan yang kini berada di laut adalah mereka yang berangkat sebelum kenaikan harga BBM,'' ujar Prayitno yang juga karyawan TU KUD Mina Misoyosari Tanjungsari, kemarin. Menurut keterangannya, jumlah kapal di TPI Tanjungsari lebih kurang 200 buah. Separo dari jumlah itu berangkat ke laut sebelum kenaikan harga BBM. Separonya lagi masih bersandar di dermaga. Para awak kapal itu kelihatan masih pikir-pikir untuk berangkat miyang. Kapal jenis nilon biasanya untuk mencari ikan di laut selama empat hari membutuhkan 80-100 liter solar. Bila harga solar kini Rp 4.300/liter maka butuh biaya Rp 344.000 - Rp 430.000. Itu belum termasuk minyak tanah dan keperluan lain. Padahal, sebelum kenaikan biaya perbekalan Rp 400.000-Rp 600.000. Harga minyak tanah pada tingkat pengecer nelayan kini Rp 3.400/liter. Sementara itu, di warung serbaada (waserba) KUD Rp 3.200/liter. Namun karena stoknya habis, sejak Jumat (30/9) nelayan terpaksa membeli di pengecer dengan harga jauh lebih mahal. Keengganan para nelayan melaut, selain karena dampak kenaikan harga BBM juga karena pengaruh situasi musim. Mereka menganggap, situasi di laut kini sedang tidak baik terutama untuk perahu jenis nilon. Dengan demikian, jika melaut perhitungannya pasti rugi. Perahu jenis nilon biasanya menangkap ikan tongkol, tengiri, dan kawal. Ikan jenis tersebut dianggap oleh para nelayan Tanjungsari sedang tidak musim. Jika sedang musim ikan, walaupun harga BBM naik, mereka akan tetap berangkat ke laut. Harga ikan tidak terpengaruh kenaikan harga BBM. Namun, pengaruh itu datang dari jumlah ikan di tempat pelelangan. Dengan demikian, bila jumlahnya banyak maka harga akan turun. Sebaliknya, jika sedikit harga akan naik. Kondisi harga ikan di TPI Tanjungsari kini masih stabil. Sebab, masih banyak kapal yang berdatangan membongkar hasil tangkapan. Terutama, kapal-kapal yang melaut sebelum kenaikan harga BBM. (sf-50j) |