logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 PANTURA
Line

Tak Peroleh Kartu Kompensasi BBM

Warga Protes, Datangi Kantor BPS

TEGAL - Sejumlah warga dari berbagai kelurahan di Kota Tegal kemarin mendatangi Kantor BPS. Mereka memprotes penjaringan daftar penerima dana kompensasi BBM oleh pengurus RT setempat yang dinilai tidak adil. Banyak warga mampu yang dimasukkan sebagai penerima bantuan, sedang yang benar-benar membutuhkan malah tidak tercantum.

"Katanya uang untuk warga miskin, tetapi saya kok tidak didaftar," kata Umayah (60) warga RT 3 RW 3 Kelurahan Kaligangsa Kecamatan Margadana. Janda lanjut usia itu mengaku sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Dia tidak mungkin kuat bekerja lagi. Padahal, dia masih punya tanggungan beberapa cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dia terpaksa mengandalkan bantuan para tetangga.

Kabar ada bantuan kompensasi BBM Rp 100.000/KK/bulan sempat membuat dia lega. Namun belakangan, dia kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan. Protes serupa diajukan Ropiah (40) dan Kodijah (40), keduanya tinggal satu RT dengan Umayah. Ropiah mengemukakan, selama ini dia mengandalkan penghidupan dari upah menjadi buruh cuci. Penghasilan dari kerja serabutan suaminya tidak menentu. Padahal, tiga anaknya masih membutuhkan biaya sekolah.

Sementara itu, Kodijah mengaku penghasilan suami yang hanya buruh angkut pasir, tidak bisa untuk menutup biaya kebutuhan hidup sehari-hari.

Keluhan sama diungkapkan Murtini (70) dan Sairah (80), warga RT 4 RW 1 Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur.

Mereka mengaku tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Padahal, kehidupan mereka selama ini ditopang dari belas kasihan tetangga. Ironisnya, beberapa warga lain yang masih punya penghasilan cukup. "Kalau satpam saja dikasih bantuan, kenapa kami tidak?" tanya Murtini.

Secara terpisah, Kepala Kantor BPS Kota Tegal Irkar Yuswan Ap MM mengakui penjaringan keluarga miskin penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana kompensasi BBM di tingkat RT tidak selalu akurat. Bisa saja terjadi penyimpangan data dalam formulir.

Sebagai contoh, dia mendapati ada warga yang masih bekerja namun dalam formulir tertulis sebagai pengangguran. Ada pula yang mengaku memiliki lantai rumah tanah, padahal ternyata keramik.

Karena itu, daftar nama penerima bantuan yang diajukan RT tidak langsung disetujui. Mulai Sabtu (1/10) hingga Rabu (12/10), pihaknya akan menyurvei satu-persatu penerima bantuan. "Kalau ternyata data yang diberikan tidak cocok, langsung kami coret," tegasnya.

Dia menambahkan, ada 11.409 KK di 143 RT se-Kota Tegal yang akan menerima BLT dana kompensasi BBM. Bantuan Rp 300.000/triwulan itu dicairkan melalui kantor pos terdekat, Selasa (11/10) hingga Kamis (13/10). (H16-50m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA