| Rabu, 05 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Sepak PojokFrancesco Toldo Serang ManciniMILAN - Kiper Inter Milan Francesco Toldo sepertinya tak bisa lagi menerima kebijakan pelatih Roberto Mancini. Beberapa pekan tak dimainkan, dia pun berang. Awal musim ini benar-benar terasa pahit bagi Toldo. Sejak kiper asal Brasil, Julio Cesar, bergabung dengan Nerazzurri, Toldo harus membiasakan dirinya berada di bangku cadangan. "Jika saya tahu hal ini sebelumnya, saya akan membuat keputusan berbeda. Jika sejak awal tahun Inter mengatakan situasi seperti ini, saya akan membuat pilihan lain," ungkap Toldo, kemarin. Pada musim lalu Toldo memenangkan Coppa Italia sebagai starter. Dia terus memompa penampilan untuk Inter dan tak peduli dengan tim nasional Italia. "Sekarang saya tak bermain dan saya tidak bisa menunjukkan kemampuan saya," lanjutnya. Mantan penjaga gawang Fiorentina ini menilai Inter seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik pada musim ini. Kendati tak menyatakan Cesar tampil buruk, dia yakin dirinya bisa memberikan hasil lebih baik. "Tahun ini pertahanan kami lebih baik. Dengan adanya Walter Samuel, kami telah memperkuat diri kami. Saya tak meremehkan dia (Cesar), tapi dia masih muda. Saat Anda menjadi kiper Inter, yang Anda butuhkan adalah pengalaman," tandasnya. (rtr,dtc,A7-31) George Best Dirawat di ICU LONDON - Mantan bintang Manchester United (MU) George Best, yang berjuang melawan ketergantungan terhadap alkohol sejak berhenti bermain, menjalani perawatan serius di ICU sebuah RS di London pada Senin lalu. Best (59) dirujuk ke RS Cromwell yang terletak di pusat London dengan gejala seperti influenza. Profesor Roger Williams mengatakan, karena kondisinya memburuk dia kemudian dipindahkan ke ruang ICU. Mantan pemain sayap tim nasional Irlandia Utara itu pun mendapat obat antibiotik dan kondisinya berangsur-angsur membaik. "Dia dalam kondisi yang serius, tapi membaik, dan terus membaik," tegas Williams, kemarin. "Infeksi yang juga dialaminya membuat kondisi fisiknya memburuk, namun dia merespon pengobatan yang diberikan dan kami berharap dalam waktu 24 jam dia sudah dapat dipindah dari ICU," imbuhnya. Best dikenal sebagai salah satu pemain berbakat dan menjalani transplantasi hati pada 2002 setelah menjadi peminum selama bertahun-tahun. Williams menuturkan, penyakit yang diderita Best tersebut tak diakibatkan karena konsumsi minuman beralkohol. Dia menambahkan, obat-obatan yang dikonsumsi Best untuk mendukung daya tahan tubuhnya seusai menjalani transplantasi hati. Namun obat-obat tersebut justru membuat tubuhnya rentan terhadap infeksi. Williams bertanggung jawab pada perawatan legenda sepak bola itu sejak menjalani transplantasi hati. (rtr,ant-31) Guidolin Gantikan Deschamps PARIS - Pelatih asal Italia, Francesco Guidolin (50), dipastikan menjadi manajer baru Monaco menggantikan Didier Deschamps. Deschamps mundur pada bulan lalu karena prestasi buruk yang dialami anak-anak asuhannya. "Francesco Guidolin akan bersama kami hingga musim 2006-2007 selesai," tutur Ketua Monaco Michel Pastor, kemarin. Guidolin pernah melatih Palermo pada 2004-2005. Dia juga punya pengalaman menangani Bologna. Pada musim ini dia diminta melatih klub promosi ke Seri A, Genoa, tapi kemudian memutuskan kontrak saat klub itu didegradasi ke Divisi III. Monaco terus-menerus mencari pelatih baru setelah Deschamps resmi mengundurkan diri pada 19 September. Di bawah pelatih sementara Jean Petit, Monaco tak terkalahkan dalam empat laga terakhir. (rtr,A7-31) Cederai Zlatan, Materazzi Menyesal MILAN - Marco Materazzi meminta maaf atas pelanggaran yang dilakukannya sehingga membuat striker Juventus Zlatan Ibrahimovic cedera. Namun bek Inter Milan itu menganggap semua itu bagian dari sepak bola. Zlatan terpaksa meninggalkan pertandingan di akhir babak pertama ketika Juve menundukkan Inter 2-0 pada lanjutan Seri A Liga Italia di Delle Alpi, Minggu lalu. Tekel keras Materazzi dari belakang membuat pemain asal Swedia itu harus menderita. Mengetahui Zlatan harus istirahat selama seminggu, dia mengaku menyesal. Apalagi yang dihajarnya adalah bagian engkel yang sangat berisiko membuat pemain cedera panjang. "Kami sudah menyelesaikannya setelah pertandingan. Kami berpelukan dan saling senyum satu sama lain," papar Materazzi. Penjelasan dan pernyataan maaf itu sedikit meredakan ketegangan antara Juve dan Inter. (dtc-31) |