| Rabu, 05 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Honda Akuisisi Seluruh Saham BARTOKYO- Pabrikan mobil asal Jepang, Honda, memutuskan untuk berjalan sendiri di Grand Prix Formula Satu (F1) tahun depan, setelah mengakuisisi 100 persen saham tim BAR-Honda, Selasa (4/10) kemarin. Honda mengumumkan telah membeli saham British American Tobacco (BAT) yang sebelumnya menguasai 55 persen saham. Pengambilalihan akan dilakukan usai GP Jepang di Sirkuti Suzuka, akhir pekan ini. Honda kemudian akan memberi nama baru pada tim 2006 dengan persetujuan dari sponsor barunya. Selama ini, Honda tidak bisa membuat keputusan penting di tim tersebut karena komposisi sahamnya yang minoritas. "Kami akan mulai negosiasi pada musim panas untuk meningkatkan saham dari 45 persen ke kepemilikan total," kata petugas pelaksana Honda, Hiroshi Oshima. "Kami ingin berlomba dengan membawa nama Honda dan kami ingin menjadi juara. Kami ingin membawa tim ke arah yang lebih baik." Tim BAR-Honda dibeli secara joint venture antara Honda sebagai pabrikan mesin dan BAT pada Januari 2004. BAT memiliki 55 persen saham BAR-H Limited dan Honda memiliki 45 persennya. BAR menjadi runner-up di bawah Ferrari di kelas konstruktor musim lalu, dengan pembalap Jenson Button dari Inggris dan Takuma Sato dari Jepang. Takuma Sato Meski Honda selama ini lebih menyukai pembalap Jepang, musim depan tampaknya tidak akan demikian lagi. Pembalap Jepang dari tim BAR, Takuma Sato, mengatakan, dia ditawari bergabung oleh tim pendatang baru yang belum memiliki nama, yang berharap dapat menjadi tim ke-11 pada lomba GR F1 tahun depan. Sato, yang akan kehilangan posisinya di BAR musim mendatang, tidak merinci tim baru itu, tapi mengatakan bahwa ia telah didekati untuk menjadi pembalap mereka pada musim balap 2006. "Belum ada konfirmasi bahwa tim baru itu akan berlomba tahun depan, tapi saya sudah ditawari," kata pembalap berusia 28 tahun itu di Suzuka, Selasa kemarin. "Saya tidak berencana pensiun dari F1. Saya akan mencoba bertahan dan mencari jalan keluar," katanya. BAR, yang merupakan mitra Honda di bidang mesin sementara ini, mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menyuplai mesin ke tim baru itu. "Belum ada yang diputuskan sehingga belum ada pembalap dan mesin yang disuplai," kata Hiroshi Oshima. "Namun (bos F1) Bernie Ecclestone telah memberikan restu kepada tim dan sedang mencari kemungkinan untuk menyuplai mesin." Coca-Cola telah disebut-sebut sebagai kandidat yang mungkin mengikuti jejak rivalnya di pasar minuman, Red Bull, untuk terlibat di F1. Masa depan Sato menjadi tidak pasti setelah BAR mengumumkan bahwa posisinya akan digantikan pembalap Brasil, Rubens Barrichello mulai 2006. Namun Sato, yang hanya mencapai garis finish satu kali sepanjang musim ini, mengatakan ia telah memiliki pilihan lain untuk tahun depan. "Saya memiliki pilihan lebih banyak daripada pilihan yang tersedia," katanya. "Manajer saya, Andrew (Gilbert-Scott) yang telah bersama saya sejak masih di F3, akan melihat beberapa opsi." Selain tim baru yang disebutkan oleh Sato, Toyota juga menunjukkan ketertarikannya terhadap pembalap Jepang itu untuk musim tahun depan. (ant-40) |