| Rabu, 05 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Sejumlah Atlet Tak Layak KirimJAKARTA- Ketua satuan kerja (Kasatker) Pelatnas SEA Games Indonesia, Djoko Pramono mengakui ada atlet dari bererapa cabang olahraga yang disiapkan untuk mengikuti SEA Games Filipina, tidak layak untuk dikirim mewakili Indonesia. "Saya mengistilahkannya tidak layak terhadap atlet yang sudah dipersiapkan beberapa bulan untuk SEA Games Filipina, terserah nanti dengan penilaian dari pengurus KONI Pusat lainnya," kata Djoko Pramono di Jakarta, Selasa (4/10) kemarin. Djoko, yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua KONI Pusat, tidak menjelaskan secara rinci tentang atlet-atlet dari cabang olahraga yang tak layak dikirimkan ke Filipina untuk mewakili Indonesia itu. Dia hanya menyatakan, seluruh keputusan dalam pengiriman atlet diserahkan sepenuhnya kepada rapat pleno KONI pertengahan Oktober ini. Dia menjelaskan, sementara ini KONI Pusat telah menetapkan bahwa atlet yang diberangkatkan ke Filipina nanti adalah benar-benar yang mampu menyumbangkan medali, bukan hanya target dari induk organisasi olahraga bersangkutan yang hanya di atas kertas. "Kalau ada induk organisasi yang merasa atletnya tidak mampu menyumbangkan medali, lebih baik mengundurkan diri dan tidak ikut ke Filipina. Daripada nantinya malu sepulangnya ke tanah air." Contoh Malaysia Namun, kata Kasatker, tidak menutup kemungkinan induk organisasi dari cabang olahraga bersangkutan untuk memberangkatkan atletnya dengan biaya sendiri. Sebagai contoh, Djoko menunjuk sistem yang diterapkan KONI Malaysia, di mana atlet cabang olahraga yang masuk dalam kategori B tidak dibiayai keberangkatannya oleh KONI, tapi dibiayai oleh induk organisasi itu sendiri. Menurut Djoko, kategori B yang dimasukkan di Malaysia adalah atlet cabang olahraga tersebut masih ragu-ragu bisa menyumbangkan medali buat negaranya. "Cara yang diterapkan Malaysia ini sangat terbuka dan tidak menutup-nutupi prestasi atletnya yang kurang dapat diandalkan untuk meraih medali," ujarnya. Menyinggung tentang persiapan Filipina sendiri sebagai tuan rumah SEA Games, Djoko Pramono yang baru pulang dari negara tersebut bersama pengurus KONI lainnya menilai, Filipina cukup siap menjadi tuan rumah. Diakuinya, dalam peninjauan itu memang masih ditemukan venue yang dalam tahap penyelesaian, namun mereka bekerja 24 jam sehari. "Antusiasme masyarakat Filipina menyambut SEA Games cukup tinggi dan saya yakin mereka siap untuk me-laksanakannya." (D3-40) |