logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 OLAHRAGA
Line

Anak Peter Withe Masuk Nominasi

SEMARANG-Salah satu kandidat pelatih asing PSIS, siang kemarin tiba di Semarang. Dia adalah Jason Withe, putra pertama pelatih timnas U-23, Peter Withe.

Pelatih asal Inggris yang tinggal di Australia itu kemarin langsung melihat fasilitas latihan pasukan Mahesa Jenar serta situasi dan kondisi Kota Semarang.

Meski demikian, kunjungannya di Semarang itu baru sebatas penjajakan. Belum ada kesepakatan dengan manajemen tim meski sudah dilakukan pertemuan. Selain Jason, nama Miroslav Janu juga masuk nominasi.

Janu yang pernah menangani PSM Makassar, dinilai jago meracik tim. Selain itu, karena pernah menangani tim di Liga Indonesia, diperkirakan dia tidak akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi dengan pemain. Moldova itu pernah mengarsiteki PSM Makassar.

Pendekatan terhadap Janu dilakukan dengan mengirim salah seorang temannya ke Ceko untuk negosiasi.

''Jason sudah mengajukan harga. Namun, kami belum melakukan negosiasi lebih serius. Kami masih mengkaji kelemahan dan kelebihannya,'' ungkap Manajer Tim Yoyok Sukawi.

Mengenai permintaan kontrak Jason, Yoyok enggan mengatakan. Dia hanya menyatakan kontraknya lebih tinggi sedikit dibanding Emmanuel de Porras pada musim lalu. Itu berarti sekitar Rp 1 miliar.

Jason tiba di Semarang siang kemarin sekitar pukul 11.00 dengan ditemani istrinya, Sharon, serta agen pemain dan pelatih dari Ligina Sportindo, Edy Syahputra.

Dibandingkan

Dia mengakui sudah bertemu dengan Yoyok Sukawi beberapa hari lalu di Jakarta. Namun, dalam pertemuan tersebut belum ada negosiasi nilai kontrak. Dia ingin melihat kondisi kota Semarang, termasuk faktor keamanannya. Referensi tentang Kota Semarang itu akan dibandingkan dengan Medan dan Tangerang. Pasalnya, dia juga didekati PSMS Medan dan Persita Tangerang.

''Dari sekilas melihat situasi kota, Semarang cukup bagus. Namun, saya belum bisa memberikan keputusan. Mungkin setelah pulang dari Sea Games nanti,'' kata Jason yang juga asisten pelatih timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games Manila, November mendatang.

Dari negosiasi awal yang diadakan di Jakarta lalu, menurut Yoyok, sudah ada persamaan persepsi antara manajemen dan Jason. Mereka sama-sama ingin mengangkat PSIS jadi juara dengan materi pemain yang sebagian besar muda.

Namun, yang menjadi kendalanya adalah komunikasi. Jason tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali. Yoyok khawatir hal itu akan memengaruhi komunikasi dengan pemain, termasuk dalam menerapkan taktik dan strategi.

''Peluang dia melatih di sini sekitar 50 persen. Jika kami rekrut, dia minta dikontrak dua tahun. Namun, jika tahun pertama gagal membawa PSIS juara, kontraknya akan diputus,'' tutur Yoyok. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA