| Rabu, 05 Oktober 2005 | NASIONAL |
Identifikasi Korban Bom Libatkan DVI AFPDENPASAR - Upaya identifikasi korban peledakan bom Bali II di RSUP Sanglah melibatkan sejumlah ahli desertion victim identification (DVI) dari Australian Federal Police (AFP) untuk membantu proses identifikasi. Dua korban terakhir yang diketahui identitasnya Mien Darmawan dan Darmawan. Diperkirakan kedua korban adalah pasangan suami istri. Selain itu, ada korban lainnya yang diambil anggota keluarganya, yakni I Wayan Sudika. Korban I Wayan Sudika berprofesi sebagai waiter di Raja's Bar and Restaurant di Kuta Square, salah satu tempat yang dibom kelompok teroris pada 1 Oktober 2005. "Saya terima saja kenyataan ini sebagai takdir," ujar istrinya, I Wayan Sudina dengan nada lirih kepada Suara Merdeka di depan kamar mayat RSUP Sanglah. Sama seperti proses identifikasi korban bom Bali I pada 12 Oktober 2002 lalu, saat itu tim identifikasi RSUP Sanglah melibatkan ahli victims identification dari banyak negara. Selain Australia, proses identifikasi korban bom Bali I juga mengikutsertakan profesional identifikasi dari Jepang, Singapura, Perancis, Jerman, dan negara lainnya. Kemarin, setidaknya ada tiga ahli DVI dari AFP diperbantukan di kamar mayat RSUP Sanglah. "Kita harapkan proses identifikasi korban lebih cepat," ujar seorang staf kedokteran di kamar jenazah RSUP Sanglah. (G14-14d) |