logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 NASIONAL
Line

Mudrick Tuntut BIN Minta Maaf

SOLO - Tokoh Mega Bintang Mudrick Setiawan M Sangidoe menuntut Badan Intelijen Negara (BIN) meminta maaf kepada masyarakat. Alasannya, lembaga itu telah gagal melaksanakan tugas sehingga terjadi Tragedi Bom Bali II.

Menurut dia, dalam berbagai kesempatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mengingatkan agar semua pihak, terutama BIN berhati-hati.

Sebab, setiap bulan September- Oktober diprediksi teroris akan kembali beraksi. Sayang, peringatan ini tidak direspons secara maksimal sehingga muncul lagi pemboman di Bali.

''Melihat ketidakberhasilan kinerjanya, saya rasa sudah saatnya dilakukan overhaul besar-besaran pada tubuh BIN.''

Menurutnya, aksi teror bom di Kuta dan Jimbaran Bali merupakan tindak biadab yang tidak berperikemanusiaan. Pelakunya adalah orang-orang yang tidak bermoral, tidak ber-Tuhan, dan tidak beragama. Tindakan nekat itu telah meresahkan masyarakat luas serta merusak citra bangsa dan negara di mata internasional.

Dalam pernyataan sikapnya, ia mengutuk pemboman tersebut dan mendesak agar para pelaku dihukum seberat-beratnya. Pihaknya juga mengharapkan semua pihak dalam menyikapi tragedi 1 Oktober 2005 tersebut tidak menyudutkan salah satu agama. Hal ini justru memperkeruh keadaan. Ia juga menyatakan ikut berduka cita atas tragedi yang telah terjadi.

Mudrick juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melawan terorisme. Tanpa dukungan masyarakat, mustahil aparat baik polisi maupun TNI berhasil melawan teroris dan membekuk para pelakunya.

Cara termudah, dengan menyebarkan gambar-gambar para pelaku teror ke masyarakat dengan pesan agar melaporkan kepada polisi atau petugas terdekat bila mengetahui keberadaan orang itu.

''Kami akan mengajak seluruh tokoh masyarakat, terutama di Surakarta untuk bersama-sama membentuk Kaukus Masyarakat Anti-Terorisme.''

Caranya? Mengajak seluruh masyarakat hingga tingkat terbawah untuk bersama melawan aksi teror. Misalnya, melaporkan tamu yang menginap di rumah ke ketua RT setempat.

''Sekecil apa pun, saya kira hal itu tetap bermanfaat. Masyarakat tidak perlu takut bersama-sama melawan terorisme. Jangan sebaliknya, malah bersikap masa bodoh. Ingat kasus bom Bali bisa saja terjadi di Solo. Sanak saudara kita pun bisa menjadi korban. Apakah hal itu akan dibiarkan saja dan menimpa kita?'' (G10-41m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA