logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 NASIONAL
Line

Delapan Titik Rawan di Jateng

SOLO-Delapan titik perbatasan yang bersinggungan dengan wilayah Surakarta menjadi prioritas utama pengawasan aparat kepolisian di wilayah itu. Untuk setiap titik, menurut Kapolwil Surakarta Kombes Abdul Madjid, disiagakan sekitar 18 personel bersenjata lengkap. Para petugas itu merupakan gabungan dari reserse, samapta, intel serta satlantas.

''Kami mengawasi titik-titik itu selama 24 jam penuh. Setiap anggota harus siap di tempat. Mereka tidak boleh cuti atau libur,'' tegas Kapolwil, Selasa kemarin.

Dia menyebutkan, titik-titik tersebut di antaranya Prambanan (Klaten), Sambung Macan (Sragen), Giriwoyo dan Giritontro (Wonogiri), serta Karanganyar. ''Setiap informasi dari warga sangat kami harapkan, sehingga para pelaku bom Bali II yang mencoba bersembunyi di wilayah kami dapat terdeteksi,'' paparnya.

Dia menyatakan, tugas aparat yang menjaga wilayah perbatasan antara lain memeriksa setiap kendaraan asal luar kota. ''Mobil dengan pelat nomor tertentu akan kami awasi secara khusus. Kami akan melakukan pencarian pelaku teror itu secara profesional, tidak asal tuduh.''

Karena itu, dia berharap ada peran dari warga yang kebetulan rumahnya ditumpangi orang tak dikenal, agar mereka segera melapor. ''Jika ada pendatang baru tak dikenal, lebih baik warga berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Kami akan melindungi warga itu, bila mereka memberikan informasi tentang keberadaan pelaku bom yang kami cari. ''

Dia menyatakan, tugas penyisiran ke beberapa lokasi terpencil makin diintensifkan, selain Wonogiri dan Klaten, wilayah Karanganyar juga mendapat perhatian ekstra. ''Dalam penyisiran itu, kami menghargai asas praduga tak bersalah. Sejauh ini, belum ada satu kelompok pun yang kami curigai secara khusus.''

Di Perbatasan

Polda Jateng juga terus melakukan penyisiran di berbagai wilayah. Seluruh jajaran polwil/polres diperintahkan untuk melakukan sweeping.

Wilayah tertentu yang dicurigai sebagai lokasi pelarian atau persembunyian buronan teroris mendapat pengawasan lebih ketat. Daerah-daerah itu terutama kawasan perbatasan Jateng-Jatim, antara lain Sragen, Wonogiri, dan Rembang. Aparat kepolisian di kota-kota tersebut sudah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

''Wilayah perbatasan seperti Sragen dan Wonogiri memang mendapat perhatian lebih. Tapi pada prinsipnya semua daerah kami sweeping. Ini akan terus dilakukan, termasuk untuk mencari jejak pelaku lama yang belum tertangkap,'' jelas Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid.

Selain wilayah perbatasan, ada beberapa kota tertentu yang menjadi target operasi. Namun Kapolda belum bersedia mengungkapkan kota itu. Apakah wilayah Surakarta yang paling diawasi?

''Jangan mengarahkan ke lokasi tertentu. Memang ada kota yang jadi target, tapi secara spesifik tidak bisa saya sampaikan karena saat ini masih dalam penyelidikan,'' ujarnya.

Yang jelas, lanjut Chaerul, upaya pelacakan yang terutama mengandalkan anggota Detasemen 88 Antiteror terus dilakukan. Dalam kaitan ini, Polda Jateng bekerja sama dengan detasemen 88 antiteror polda lain, khususnya Polda Bali, dan Mabes Polri.

Dikatakannya, sejauh ini kepolisian belum menemukan indikasi keterkaitan pelaku peledakan di Bali dengan kelompok-kelompok lama dari Jawa Tengah. Namun kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Kapolda menegaskan, situasi Jateng saat ini relatif masih kondusif, sehingga pihaknya belum perlu menerapkan Status Siaga I seperti yang sudah diberlakukan di Bali dan Jakarta.

Untuk melakukan pencegatan terhadap pelaku teroris bom Bali yang dimungkinkan lari ke Wonogiri, jajaran kepolisian setempat melakukan sweeping di dua wilayah perbatasan. Yakni wilayah perbatasan Jateng-Jatim, terdiri atas wilayah perbatasan di lintas perbatasan Wonogiri-Pacitan dan Wonogiri-Ponorogo.

Di kedua wilayah perbatasan itu, jajaran kepolisian Polsek terdekat bersama petugas dari Polres Wonogiri melakukan penjagaan 24 jam nonstop, dengan dibantu aparat dari Polres Pacitan dan Ponorogo serta regu Brimob.

Kapolres Wonogiri AKBP Drs Sutoyo menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH, sebagaimana dikutip Kabag Humas Eko Muslich Martono SE MM menyeru kepada semua warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama kepada pendatang yang tak jelas identitasnya.

Pihak TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk selalu memberikan keterangan tentang temuan dan data yang diperlukan guna mengungkap pelaku bom Bali II. Menurut Kadispenum TNI A Yani Basuki pihaknya sifatnya membantu Polri dengan memberikan kontribusi yang diperlukan guna mengungkap pelaku peledakan bom. (nin, san, G3,P27,aih-14,16,49t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA