| Rabu, 05 Oktober 2005 | NASIONAL |
25 Orang Masih Hilang
DENPASAR -Tiga hari pascapeledakan bom Bali II di tiga lokasi di Kuta dan Jimbaran, sebanyak 25 orang dilaporkan masih hilang. Selain itu, jumlah korban tewas mencapai 22 orang. Di antara ke-22 korban tewas itu termasuk tiga potongan kepala yang diduga sebagai pelaku bom di Rajaís Bar and Restaurant di Kuta Square, Cafe Manege, dan Nyoman Cafe di kawasan Pantai Jimbaran. ''Sedangkan jumlah korban yang dirawat di RS Sanglah sebanyak 25 orang,'' kata A Jane M Lumy, seorang relawan di Crisis Centre, Selasa (4/10). Hingga kemarin belum ada perkembangan signifikan mengenai penyidikan pelaku dan kelompok yang diduga terlibat dalam jaringan teroris yang meledakkan tiga tempat di Pulau Dewata, Sabtu malam. Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko mengungkapkan, belum ada orang yang dijadikan tersangka terkait dengan tragedi bom Bali II itu. ''Kami sekarang telah memeriksa 39 saksi,'' ungkapnya. Dari 39 saksi itu, ada beberapa orang yang diperiksa secara mendalam. Maksudnya, saksi tersebut diperiksa tim penyidik dalam tempo cukup lama. Kabarnya, ada dua saksi yang dimintai keterangan petugas selama dua hari. Soenarko membantah kedua saksi yang diperiksa dalam tempo cukup lama itu sebagai calon tersangka. ''Sekali lagi saya tegaskan, belum ada tersangka,'' tandas mantan Wakapolda Jatim ini. Begitupun perkembangan mengenai proses identifikasi korban tewas dan potongan tiga kepala yang dinyatakan sebagai ''pengantin'' dalam bom Bali II . Identitas jelas ketiga potongan kepala tersebut masih belum terungkap. Di kamar jenazah RSUP Sanglah pun, proses identifikasi yang melibatkan pakar forensik dari Indonesia, tim Forensik Mabes Polri, ahli DVI AFP Australia, dan ahli lainnya terus berlangsung. Mulai pukul 09.30 WITA, petugas kamar jenazah mengangkat dua jenazah dibawa ke kamar jenazah. ''Proses identifikasi masih terus berlangsung,'' kata seorang petugas di kamar jenazah. Bagaimana dengan hasil identifikasi tiga potongan kepala yang dinyatakan sebagai pelaku bom Bali II? Merujuk penjelasan Soenarko, identitas mereka belum diketahui. Sedangkan perkembangan di RS Sanglah hingga kemarin siang, dari 22 korban tewas, sebanyak 16 korban telah teridentifikasi dan 6 korban lainnya masih belum jelas. Aksen Jawa Beberapa jam setelah meledak bom di tiga lokasi di Kuta dan Jimbaran, Crisis Centre RS Sanglah menerima teror bom dari penelepon gelap. A Jane M Lumy, seorang relawan bom Bali II yang bertugas di Crisis Centre, menyatakan, dia yang menerima telepon gelap itu. Katanya, si penelepon gelap mengatakan, peledakan bom Bali II ini untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat Bali. ''Biar Bali kapok,'' ujar Jane menirukan ucapan si penelepon gelap. ''Tapi sebagai relawan, hati nurani saya tak gentar menghadapi penelepon gelap seperti itu.'' Lantas telepon gelap kedua bernada teror terjadi hari Senin (3/10) sekitar pukul 23.00 WITA. Si penelepon gelap menyatakan telah dipasang bom di dua lokasi berbeda di kawasan wisata Sanur. Yang menerima telepon gelap di Crisis Centre adalah Bagus Ferianto. Kata si penelepon gelap, dua bom di Sanur akan diledakkan tepat pukul 01.00 WITA pada hari Selasa dini hari. ''Tentu kami langsung lapor ke kepolisian. Dan setelah dilakukan penyisiran di sana, tenyata tak ada bom,'' jelasnya. Jane mengungkapkan, penelepon gelap kedua ini suaranya beraksen Jawa. Cuma, di penelepon berusaha mengubah aksen Jawa dengan aksen Bali. ''Tapi aksen Balinya terlihat kaku. Selain itu, gaya bicaranya sangat tegas dan pendek-pendek.'' Perkembangan di lapangan lainnya terkait penyidikan adalah telah dibukanya sebagian besar lokasi bom di Manege Cafe dan Nyoman Cafe di kawasan Pantai Jimbaran. Lokasi ledakan di Rajas Bar and Restaurant di Kuta Square tetap tertutup untuk umum. Di lokasi Nyoman Cafe dan Manege Cafe yang masih dibatasi police line adalah daerah pusat ledakan. Di daerah pusat ledakan di kedua kafe itu masih berserakan pecahan botol minuman keras dengan kadar alkohol rendah, potongan kursi kayu, meja kayu, pecahan gelas, dan lainnya. Lokasi ledakan di kedua kafe itu kemarin dipakai 19 turis dari Norwegia untuk menggelar acara doa bersama. Namun petugas kepolisian dan ahli Forensik Mabes Polri tetap menjaga dan berada di lokasi pusat ledakan. Bantuan Singapura Bantuan untuk korban bom Bali II terus berdatangan. Kemarin sekitar pukul 07.30 PM Singapura Lee Shien Loong menjenguk korban di RSUP Sanglah. Orang pertama di Singapura itu diantarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak lama anak mantan orang kuat di negeri Singa itu, Lee Kuan Yeuw, berada di RS terbesar di Pulau Dewata tersebut. Hanya 15 menit. Kepada wartawan, Lee menyatakan duka cita kepada korban meninggal bom Bali. Dia menegaskan, perlu terus digalang kerja sama antarnegara untuk mengantisipasi dan mengatasi kejahatan transnasional, terutama aksi terorisme. ''Selain itu, kami juga memberikan bantuan pengobatan dan tenaga medis untuk mempercepat pengobatan korban yang dirawat,'' kata Lee. (G14,jo-14t) |