logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 MURIA
Line

Tempur, Layak Jadi Desa Wisata

DIBANDINGKAN dengan desa-desa sekitarnya, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, secara geografis terlihat paling indah. Beberapa desa lain seperti Desa Damarwulan, Desa Watuaji, termasuk Desa Rahtawu yang masuk wilayah Kabupaten Kudus, tak seelok Desa Tempur.

Warga setempat menyebut desa itu bagaikan danau. Beberapa warga berandai, jika air yang turun dari langit memenuhi kawasan desa, air itu tidak akan bisa ke mana-mana. Sebab, desa tersebut di kelilingi gunung di setiap sudut bagian timur, utara, selatan, dan barat. Rumah-rumah penduduk tertata dengan apik di kanan-kiri jalan yang sudah beraspal.

Desa itu selain bisa ditempuh dari pertigaan Desa Jlegong, Kecamatan Keling ke selatan dengan medan jalan berliku, juga bisa dicapai melalui Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Pati, yang medan jalannya berliku. Perjalanan menuju desa tersebut sangat mengasyikkan, jika ukurannya adalah keindahan panorama gunung, pepohonan hijau yang tumbuh lebat di antara tebing-tebing, serta kejernihan air yang berkelok di antara hitamnya bebatuan yang mengonggok di dasar sungai. Senyum ramah warga setempat juga mengesankan masih kuatnya ikatan sosial yang terjalin di antara sesama.

Mestinya, desa itu bisa dijangkau dengan mudah dari Desa Rahtawu, yang hanya berjarak empat kilometer. Sayang, hingga saat ini jalan tembus yang digagas bisa dibangun dan memudahkan akses warga kedua desa serta warga di desa-desa sekitar, masih belum tergarap. Akibat belum adanya jalan tembus, para tengkulak dari Kudus dan Pati yang membeli hasil-hasil pertanian warga harus berputar dengan jarak yang lebih jauh. Maka, para tengkulak itu punya alasan untuk menekan harga komoditas dengan dalih habis untuk biaya transportasi.

Kopi dan Cengkih

Sekadar catatan, warga Desa Tempur sebagian besar bekerja sebagai petani kopi dan cengkih, serta sebagian lagi bercocok tanam padi dan palawija. Pohon kopi banyak ditemukan di perbukitan-perbukitan. ''Setiap kepala keluarga rata-rata memiliki lahan seluas 0,5 ha tanaman kopi,'' ujar Sitah, warga RT 1 RW 2.

Keindahan desa itu juga bisa dilihat dari Kali Gelis, yang membentang persis di antara perkampungan warga. Sungai dengan lebar lebih kurang 10 meter itu airnya sangat jernih dan menjadi sumber untuk kebutuhan pertanian serta keperluan sehari-hari warga. Sangat nyaman duduk-duduk di atas bebatuan di sungai itu, apalagi gemericik air yang sayup-sayup terdengar dari rumah-rumah warga yang berdiri di pinggir sungai. Beberapa warga memanfaatkan lahan di sekitar sungai itu untuk kolam-kolam ikan air tawar, sebagai tambahan penghasilan selain bercocok tanam. Maklum, di pegunungan susah mendapatkan ikan sebagai lauk. Kolam-kolam itu pun bagaikan ''penolong'' warga.

''Desa ini juga sering dikunjungi para pelancong pada saat-saat tertentu. Terutama mereka yang hendak 'memuncak' di Puncak Sangalikur,'' kata Joni, salah seorang warga yang menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jepara.

Desa yang dihuni 850 keluarga itu terbagi dalam enam pedukuhan, masing-masing Kemiren, Petung, Pekoso, Glagah, Karangrejo, dan Duplak. Di dukuh Duplak yang secara geografis paling tinggi, terdapat banyak peninggalan kuno, seperti tempat-tempat pemujaan zaman Majapahit. ''Perkembangan desa ini mulai tampak dalam lima tahun terakhir, sejak banyak warga yang merantau ke luar negeri seperti ke negara-negara Timur Tengah dan Malasyia,'' kata Sutono, Kaur Kesra Desa yang menjelaskan, lebih dari 25% warga pergi merantau. Jangan heran jika di desa cukup terpencil itu banyak ditemukan rumah-rumah warga yang cukup megah.

Keindahan dan kenyamanan Desa Tempur akan bisa diakses banyak orang, jika jalur tembus menuju Kudus dan Pati segera dibangun. Demikian juga jika ada angkutan yang sampai di desa itu dari pusat kecamatan. Selama ini warga hanya mengandalkan angkutan colt pikap, yang jam operasinya sangat terbatas dan hanya melayani para pedagang serta warga yang berbelanja. (Muhammadun Sanomae-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA