| Rabu, 05 Oktober 2005 | SEMARANG |
Pemilik Swalayan Diminta Miliki Alat Deteksi LogamMENJELANG Ramadan, terlebih ketika kini mencuat peristiwa bom Bali II, jajaran Polres Semarang lebih waspada dalam mengantisipasi keamanan di daerah itu. Dengan adanya kejadian di Pulau Dewata tersebut, semua pusat keramaian menjadi perhatian khusus. Hal itu ditegaskan Kapolres Semarang AKBP Agus Sukamso, kemarin. ''Kepada para pengunjung dan pengelola keramaian, seperti di pasar, swalayan, terminal dan sebagainya, kami minta kerja samanya untuk melakukan pengamanan. Bila ada bungkusan atau kotak yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas terdekat,'' kata Kapolres. Sehari menjelang puasa, pihaknya memberikan instruksi kepada anggotanya untuk melakukan pencegahan dan pengamanan di tempat-tempat keramaian. ''Kami juga akan melakukan razia dengan mobil patroli sewaktu-waktu,'' ucap Agus Sukamso. Kapolres menegaskan akan menempatkan beberapa personel untuk menjaga di tempat-tempat vital. Dalam rangka pengamanan, Kapolres mengimbau pemilik swalayan atau pusat keramaian lainnya agar memiliki alat deteksi logam. Berkait dengan munculnya tragedi bom seri dua di Bali itu, pihaknya akan melakukan penyisiran ke tempat-tempat kos dan daerah yang dicurigai akan menjadi tempat bersembunyi para teroris. ''Meski yang diwaspadai adalah Surakarta dan Klaten sebagai tempat persembunyian teroris, kami tetap menjaga ketat daerah ini,'' tegas Kapolres. Selain itu, petugas juga telah menyebar pamflet dan gambar-gambar teroris di tempat-tempat khalayak ramai. Kapolres menegaskan bahwa sosialisasi dan penyuluhan kepada warga secara langsung mengenai pengamanan swadaya. (Rony Yuwono -51d) |