| Rabu, 05 Oktober 2005 | SEMARANG |
Tradisi Menjelang PuasaBersihkan Diri melalui Padusan di KalitamanSEHARI sebelum dimulainya ibadah puasa, ratusan warga muslim Kota Salatiga, warga Ungaran dan sekitarnya memadati sumber mata air dan tempat pemandian Kalitaman, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo dan Sendang Nyatnyono atau dengan sebutan lain Sendang Kalimah Toyyibah yang berada di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Warga yang umumnya terdiri atas anak-anak serta orang tuanya itu, mendatangi tempat pemandian tersebut sebagai bagian dari tradisi padusan untuk membersihkan diri menjelang puasa. Seperti momentum yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, mereka terlihat begitu antusias sejak pagi hingga petang. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, ada beberapa sumber mata air lainnya yang juga dipakai oleh warga setempat untuk melakukan tradisi padusan, selain tempat bermain dan pemandian Kalitaman Salatiga. Lokasi padusan lainnya itu di antaranya, sumber air di Dukuh Butuh dan Ngentak Kelurahan Kutowinangun, sumber air Senjoyo di Kecamatan Tengaran, dan sumber air Muncul di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang berbatasan dengan wilayah Kota Salatiga. Suyono (47), koordinator tempat bermain dan pemandian Kalitaman Salatiga mengatakan, tahun ini pengelola telah mengantisipasi membeludaknya ratusan warga yang datang. Yakni dengan melakukan beberapa persiapan, seperti menambah tim penyelamatan, tenaga keamanan dan parkir, tenaga medis, serta hiburan bagi pengunjung. Setidaknya kami telah menambah beberapa orang tenaga tambahan yang biasanya hanya enam orang, kini semua berjumlah 20 orang. Selain itu juga ada tambahan tenaga medis yang biasanya tidak ada, yakni dengan menerjunkan tenaga sukarelawan dari PMI Kota Salatiga. Membeludaknya pengunjung yang datang untuk melakukan tradisi padusan juga terlihat di sumber air Senjoyo. Sejak pagi terlihat warga telah memenuhi tempat tersebut. Karena jalan masuk menuju tempat tersebut relatif sempit, terjadi antrean kendaraan menuju lokasi terutama kendaraan roda empat. Pemandian Kalitaman serta beberapa tempat yang dikunjungi warga terlihat ramai sejak pukul 08.30, dan mulai ditinggalkan para pengunjung setelah pukul 17.30. Di Ungaran Tidak saja pada sehari menjelang bulan puasa bagi umat Islam tersebut, namun beberapa hari sebelumnya banyak pengunjung yang mandi di sendang yang konon ditemukan oleh seorang yang dipercaya sebagai wali di tempat itu, yakni Hasan Munadi. Di sendang itu pengunjung dilarang mandi dengan telanjang bulat. selain itu wanita haid juga tidak diperkenankan mandi di tempat itu. Juga diminta yang mandi di tempat itu harus mengirim surat al fatihah kepada Nabi Khidir alaihissalam dan doa-doa lainnya. (Surya Yuli P, Rony Yuwono-51d) |