logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Diperlukan, Data Pendidikan Mudah Diakses

SEMARANG - Untuk mengembangan pendidikan, diperlukan dukungan data yang mudah diakses semua kalangan. Perencanaan yang matang hanya bisa dilakukan dengan data terpadu, mencakup sekolah, data siswa, jumlah, dan kualifikasi guru. Sayang, hingga saat ini data terpadu belum tersedia.

Terkait dengan hal itu, USAID Indonesia merancang program pendampingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, terutama dalam hal penyediaan data yang aksesibel (mudah di akses). Pada tahap awal, pendampingan dilaksanakan di lima kabupaten di Jateng, yakni Jepara, Kudus, Boyolali, Klaten, dan Karanganyar. Selain Jateng, program serupa juga dilaksanakan di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan.

''Idealnya, data bisa diakses provinsi, bidang-bidang di kantor kabupaten/kota, DPRD, Dewan Pendidikan, dan masyarakat umum,'' ujar Aria Jalil, Koordinator USAID Development Basic Education (DBE) 1 Indonesia Jateng.

Menurut dia, pelaksanaan pendampingan itu melibatkan pemerintah kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, Kantor Depag, Dewan Pendidikan, dan sekolah setempat. Pada tiap kabupaten, ditunjuk dua kecamatan yang kemudian mewakilkan satu atau dua sekolah, yakni SD/MI dan SMP/MTs.

''Secara praktis, pelaksanaan program pendampingan itu efektif pada awal November mendatang. Yaitu setelah Lebaran,'' katanya.

Pendampingan yang diberikan USAID, lanjut dia, meliputi peningkatan manajemen pendidikan, kualitas pengajaran dan pembelajaran, serta ketrampilan hidup. Program berlaku selama lima tahun atau hingga 2010. Dia berharap, secara bertahap hingga akhir program, ada 20 kabupaten/kota yang mendapat pendampingan.

Bantuan Teknis

Program yang dirancang USAID DBE, kata Aria Jalil, berupa bantuan teknis kepada sekolah. Bentuknya berupa pendampingan, pengadaan sarana information communication technology/ICT (teknologi informasi dan komunikasi) serta pelatihan bagi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan jajaran Dinas Pendidikan.

''Prinsipnya, tidak ada dana yang yang diberikan secara tunai. Semua dalam bentuk pelatihan, pengadaan komputer atau penambahan fasilitas sekolah,'' tandasnya. Termasuk dalam program pendampingan yang bisa membantu sekolah menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS). Sekolah diharap bisa menentukan prioritas pendidikan yang sesuai dengan tuntutan siswa, orang tua, dan masyarakat. (H9-56m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA