| Rabu, 05 Oktober 2005 | SEMARANG |
Seorang Pemulung Dihajar MassaSEMARANG TIMUR - Muri Tetuko (32), warga Wonokerto Demak, kemarin babak belur setelah dihajar massa di Jl Jekso, Karangturi. Pemulung itu diduga mencuri sejumlah onderdil mobil, berupa shock breaker dan kampas rem. Peristiwa itu terjadi pukul 07.30. Saat itu, Muri bersama dengan seorang temannya menyisir jalan di Kampung Jekso. Setiba di sebuah rumah kosong, Muri berhenti. Mulanya dia melihat-lihat situasi halaman rumah tersebut. Pandangannya lalu tertuju pada tumpukan sejumlah besi bulat dan panjang yang tergeletak di salah satu sudut halaman rumah itu. Beberapa besi lainnya berbentuk pipih. Namun dia tidak mengira bila besi-besi itu berupa onderdil mobil. Karena situasi lengang, Muri pun melompati tembok dan masuk ke halaman rumah kosong. Kemudian dia memasukkan beberapa onderdil itu ke dalam karung. Begitu hendak meninggalkan lokasi, ternyata ulahnya diketahui oleh seorang warga. Sembari berteriak-teriak ada maling, warga itu meminta agar Muri ditangkap. Kontan, warga sekitar berdatangan mengepung tersangka. Tersangka gugup dan meninggalkan karung berisi onderdil mobil di lokasi kejadian. Laki-laki kelahiran Kebumen itu pun babak belur karena dikeroyok massa. Setelah Muri tak berdaya, warga menyerahkannya ke Polsek Sidodadi. Muri mengaku mencuri onderdil itu karena ikut-ikutan seorang temannya yang sebelumnya sempat masuk membawa rongsokan dari lingkungan rumah kosong tersebut. Dirinya sempat khawatir bila perbuatanya diketahui orang. ''Toh akhirnya orang-orang tahu. Jadinya begini, dipukuli orang banyak,'' tutur Muri. Onderdil mobil itu, rencananya akan dijual ke seorang pengepul besi rongsok di kawasan Barito. Harganya diperkirakan Rp 1.500/kg. Bila barang rongsok yang didapatkan banyak maka dia bisa memperoleh hasil sampai Rp 25.000. ''Jika sepi, cukup Rp 5.000 saja sudah bagus,'' akunya. (G5-56d) |