| Rabu, 05 Oktober 2005 | SEMARANG |
Dana Umat Diprediksi MeningkatSEMARANG - Selama Ramadan, jumlah dana umat dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dipastikan mengalami peningkatan. Sebab, sesuai dengan anjuran agama, pada bulan suci ini umat Islam diseyogiakan banyak beramal. Berdasar pengalaman tahun lalu, penerimaan dana umat juga mengalami lonjakan. Demikian disampaikan Kepala Cabang Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Jateng Aryanto Putro, kemarin, terkait dengan penerimaan dana ZIS. Dijelaskan, dalam sebulan rata-rata PKPU Jateng mengumpulkan dana umat Rp 60 juta - Rp 100 juta. Pada bulan Ramadan, biasanya perolehan dana melebihi angka itu. ''Dana umat yang dikumpulkan PKPU berasal dari umat Islam di Semarang untuk kemudian disalurkan kepada kaum duafa di seluruh Jateng. Sebagian besar atau 70%, dana itu berupa zakat mal (harta). Selebihnya dana kemanusiaan,'' ujar dia. Senin (4/10) kemarin, PKPU mencanangkan Program Ramadan, berupa pemberian modal usaha asongan, beasiswa, dan modal ternak kambing. Pencanangan itu dilaksanakan secara simbolis di kantor Kecamatan Semarang Tengah. Pada tahap awal diberikan modal usaha untuk 11 pedagang asongan dari Mijen, beasiswa untuk 425 siswa, dan modal ternak untuk 12 orang dari Tugu. Direktur Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Masjid Agung (Lazisma) Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA menyampaikan hal senada. Sesuai dengan ajaran Islam, kata dia, umat dianjurkan untuk memperbanyak amal dalam rangka memetik manfaat bulan Ramadan yang penuh ampunan. Dia berharap, umat mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga-lembaga ZIS yang ada. ''Jika disampaikan lewat lembaga ZIS, insya Allah, penyalurannya akan lebih terkoordinasi ketimbang disalurkan sendiri,'' kata dia. Ubah Mustahiq Menurut Aryanto, kesadaran umat Islam untuk membersihkan hartanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Indikasinya, jumlah dana umat, baik berupa zakat, infak maupun sedekah mengalami penambahan jumlah yang signifikan. Respons terhadap keberadaan lembaga ZIS terlihat, saat PKPU menggelar talkshow bertajuk Moslem Vision di Hotel Horison, beberapa waktu lalu. Kehadiran dan antusiasme para muzakki terlihat kentara dalam acara yang menghadirkan supertrainerReza M Syarief, bintang sinetron Soraya Abdullah, dan pelantun nasyid Opick (yang populer dengan lagu ''Tombo Ati'') itu. Dia mengungkapkan, PKPU berawal dari Sosial Crisis Centre (SSC) yang dibentuk Februari 2001. Awalnya, dalam sebulan hanya mampu mengumpulkan dana umat Rp 1.700.000. Setapak demi setapak, perolehan beranjak naik. Saat ini, jumlah dana yang masuk Rp 60 juta - Rp 100 juta/bulan. (H9-18m) |