logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Nenek Digendam, Rp 8 Juta Amblas

SEMARANG- Pelaku kejahatan yang diduga menggunakan hipnotis atau ilmu gendam kembali memakan korban. Bila sebelumnya mereka mengincar wanita yang baru keluar dari bank atau mal, kali ini pelaku beraksi di sebuah rumah kos.

Mereka ''mengerjai'' Ny Suranti (60), warga Jl Pusponjolo Barat III No 7, Semarang Barat. Akibatnya, janda yang juga ibu empat anak dan nenek sejumlah cucu itu kehilangan uang Rp 8 juta. Tragisnya, uang itu baru saja dia dapat dari meminjam dan akan digunakan untuk mengurus sertifikat tanahnya.

Tersangka berjumlah tiga orang. Dua di antaranya mengaku suami-istri, yakni Achmad Suharno alias Nur (67) dan Rini (41). Satu lagi diakui sebagai anak mereka, yaitu Teguh Triyadi (21). Mereka mengaku asal Kendal.

Pelaku datang ke rumah Suranti, Selasa (6/9) dan menyewa salah satu kamar kos. Karena kos itu hanya menerima penghuni pria, Achmad dan Teguh saja yang tinggal, sedangkan Rini pergi dan mencari tempat lain.

Sesuai dengan fotokopi KTP yang diberikan kepada Suranti, Achmad beralamat di Pandansari RT 6 RW 10, Sumberrejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Alamat Teguh di Desa Purwokerto RT 4 RW 2, Kecamatan Patebon, Kendal.

Akik Hitam

Sejak awal korban sudah tidak mempercayai perkataan pelaku. ''Saya bilang, saya tidak mau uang yang tidak jelas asal-usulnya. Tetapi mereka terus membujuk agar saya mau menyerahkan uang. Katanya uang itu bisa dibikin jadi banyak,'' ujar Suranti, yang ditinggal almarhum suaminya sejak lima tahun silam.

Dia memiliki empat anak. Putra sulungnya, Agus (41) yang mengontrak rumah di Jl Cakrawala sudah dua bulan ini sakit stroke. Sehari-hari Suranti tinggal bersama putri bungsunya, Yuni (25). Untuk biaya hidup sehari-hari, wanita itu menyewakan empat kamar di rumahnya.

Musibah akhirnya terjadi Kamis (22/9). Malam sekitar pukul 23.00 Achmad mendatangi Suranti di ruang tengah dan kembali melancarkan bujukannya.

Kali ini, pelaku mengeluarkan sebuah batu akik hitam. Dia meminta korban membaui akik itu yang mengeluarkan aroma wangi. Kata Achmad, akik itu akan membuat Suranti lebih sehat dan juga bisa mendatangkan kesehatan bagi anaknya, Agus, yang sakit stroke.

''Dia mengusapkan akik itu di hidung dan mulut saya. Seketika itu juga saya seperti kehilangan kesadaran dan menuruti setiap permintaan Achmad,'' ujar Suranti, sambil sesekali menangis ketika datang ke kantor Biro Kota Suara Merdeka Jl Pandanaran 30, kemarin.

Korban mengiyakan begitu saja saat diminta mengambil uang Rp 7 juta yang baru saja dipinjam dari seorang teman. Pagi harinya kesadaran korban belum pulih. Lagi-lagi dia dimintai uang Rp 1 juta. Sabtu (24/9) atau dua hari setelah kejadian, Achmad dan anaknya, Teguh, menghilang.

Sementara korban baru benar-benar pulih kesadarannya pada Minggu (25/9). ''Bathuk (kening-Red) saya seperti mak pyar, seperti terbuka dan sadar lagi,'' ujar Suranti, yang kemudian pergi sendirian mengecek alamat pelaku di Magelang. Achmad memang pernah tinggal di kota itu, tetapi hanya sebentar dan dia sudah pergi dari Magelang lima tahun silam. (G3-18s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA