| Rabu, 05 Oktober 2005 | SEMARANG |
Masuk Kategori TerancamSEMARANG- Rencana pembongkaran total Pasar Johar kemudian dibangun pasar modern berlantai lima, menjadi catatan tersendiri bagi tim juri Urban Heritage Award. Kegiatan yang digagas Desk Program 100 Hari pasangan Sukawi-Mahfudz Ali itu bertujuan memberikan penghargaan bagi pelestarian pusaka budaya berupa bangunan di Kota Semarang. Selain memberikan penghargaan, tim juri yang dipimpin Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng, Widya Wijayanti, juga memberikan tanda kepada bangunan-bangunan yang terancam. Dalam paparan tim juri, Senin (3/10), Widya menyebutkan Pasar Johar sebagai karya agung Thomas Karsten merupakan pusaka yang terancam. Selain Johar, dia juga menyebut Hotel Dibya Puri, bekas gedung sandiwara (tonil) Marabunta, Langgar Kepatihan, rumah Keluarga Flatterman di Jl Kiai Saleh, rumah tinggal di Jl Gedong Duwur, rumah di Jl Sultan Agung, Kantor Borsumij di Jl Kepodang, kantor di Jl Bandarharjo, Lawang Sewu, Pasar Johar, dan PMC di Jl Pemuda, sebagai kelompok bangunan yang terancam. "Biasanya, jika lebih 15 menit tamu keburu pergi. Prinsipnya, makanan harus fresh, tasty and quick. Itu kuncinya," tutur Salehin yang berjanji akan memperlihatkan teknik memasak "Eat & Go" pada acara Chef In Action di Novotel, November mendatang. Keahlian memasak Salehin memang diperoleh lewat proses yang panjang. Dia tidak hanya belajar kepada koki-koki Indonesia saja, melainkan juga koki di beberapa negara Eropa dan Amerika. Sejumlah negara yang pernah dikunjunginya, antara lain Kanada, Kamboja, beberapa negara di benua Eropa dan Maldive, serta di perbatasan India dan Sri Lanka. Di tempat-tempat itu, dia terus-menerus mengadopsi teknik memasak yang kelak mengantar dirinya menjadi spesialis western food kelas dunia. Bagaimana rasanya jadi koki kelas dunia yang dampak langsungnya terukur lewat lawatan lintas benua karena pekerjaan? ''Yang pasti ini bukan impian, sangat menyenangkan. Pertama, bisa pergi ke mana-mana dengan bayaran tinggi dan berbagi pengalaman hebat dengan juru masak berbagai negara,'' ungkap Salehin yang pernah bekerja di beberapa hotel internasional, seperti Sheraton, Oberoi, Aman Group dan Raffles Hotel. (Budi Winarto-56d) |