logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 KEDU & DIY
Line

Kontraktor Terancam Gulung Tikar

BOROBUDUR - Asosiasi usaha jasa konstruksi se-Kabupaten Magelang akan meminta Bappenas dan Departemen Keuangan melakukan ekskalasi harga satuan barang sesuai dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ''Asosiasi tersebut meliputi Gapensi, Gapeknas, Gapeksindo, Aspekindo, dan paguyuban nonasosiasi,'' Ketua Gapensi H Asrik BE, Selasa (4/10).

Dia mengemukakan, proyek-proyek yang dikerjakan saat ini perlahan tapi pasti akan terhenti di tengah jalan karena pelaksananya terancam gulung tikar akibat harga bahan bangunan naik antara 20-30 persen. Misalnya aspal yang semula Rp 400.000 menjadi Rp 500.000 per drum, tapi barangnya tidak ada. Semen juga naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 37.500/sak dan batu split naik dari Rp 70.000-Rp 80.000 per meter kubik menjadi Rp 90.000-Rp 100.000.Ketua Paguyuban Nonasosiasi M Hamam mengingatkan, akibat kenaikan harga BBM itu, rekanan jasa konstruksi terpukul. Eksesnya, mereka harus menaikkan harga semua komponen di pasaran.

Ketua Aspekindo Sulistyono SH, barang yang harganya naik cukup banyak, khususnya barang buatan pabrik. Misalnya semen, cat, dan aspal. Pasir dan batu setiap ritnya naik Rp 50.000. Sementara itu Ketua Gapensi Temanggung H Hartono Widagdo juga meminta pemerintah melakukan eskalasi harga material bahan bangunan, disesuaikan dengan harga yang berlaku di pasaran pascakenaikan harga BBM. Dengan harga yang berlaku sekarang, kalangan pengusaha jasa konstruksi terancam kolaps. (pr-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA