| Rabu, 05 Oktober 2005 | INTERNASIONAL |
Banjir, Tewaskan 50 TarunaBEIJING - Petugas kemarin menemukan 50 mayat taruna militer China yang terseret banjir setelah topan Longwang menyapu Kota Fuzhou, China selatan. Namun, radio pemerintah melaporkan 36 taruna lainnya belum ditemukan. Para korban tersapu arus deras setelah gedung sekolah mereka ambruk diterjang banjir bandang yang datang dari arah bukit. Pemerintah setempat mengerahkan 7.000 petugas polisi dan sukarelawan untuk mencari para korban selama dua hari terakhir. Media China sebelumnya melaporkan jumlah korban tewas akibat topan Longwang mencapai 15 orang. Di Taiwan, topan itu merenggut nyawa seorang warga. Di Provinsi Hubei, China, petugas mengungsikan sekitar 24.000 orang dari tepi Sungai Yangtze. Kantor berita Xinhua melaporkan, musibah ini merupakan banjir terparah sejak 1981. Secara keseluruhan, sekitar 730.000 orang diungsikan untuk menyelamatkan mereka dari keganasan topan itu. Selama tahun ini, China telah diterjang 19 topan, termasuk Longwang. Badai Longwang juga melanda Provinsi Fujian, Zhejiang, dan Guangdong. Televisi pemerintah memberitakan, kehidupan telah kembali berjalan normal di Fujian. Kereta api juga telah beroperasi lagi di Fuzhou. Hujan deras diperkirakan akan kembali mengguyur Hubei dalam dua hari mendatang. Pemerintah setempat memperingatkan Sungai Hanjiang kemungkinan bakal meluap. (rtr-ben-25) |