| Rabu, 05 Oktober 2005 | BUDAYA |
Dewi Marpaung Menang di Kazakhstan
JAKARTA-Satu lagi penyanyi profesional Indonesia memenangkan penghargaan bertaraf internasional. Dewi Marpaung menggondol Grand Prix pada Astana International Song Festival 2005 di Republik Kazakhstan, baru-baru ini. Sukses Dewi Marpaung merupakan sukses kesekian kalinya bagi artis-artis Indonesia. Sebelumnya ada nama-nama seperti Ruth Sahanaya, Trie Utami, AB Three, dan Mieske Sakila yang meraih Grand Prix festival tersebut pada 1990-an. Sementara Edo Kondologit, Glenn Fredly, Eka Deli, dan Antero Boys adalah para peraih Juara I pada festival yang sama. Kepada wartawan di Manchester United Cafe beberapa waktu lalu, gadis yang sempat kehilangan suaranya di masa balitanya ini bercerita bagaimana ia berjuang di ajang itu. ''Perjuangan merebut Grand Prix ini tidak mudah. Saya bersaing ketat dengan kontestan dari 12 negara dari Amerika, Eropa dan Asia,'' ceritanya. Dengan membawakan lagu "Omir Ozen", sebuah lagu dari Kazakhstan yang telah digubah liriknya oleh Marijati Soewarno dan diberi judul "Tanpa Cintamu" dan diaransemen ulang oleh Younky Soewarno, Dewi mendapat sambutan luar biasa. Bahkan pencipta lagu "Omir Ozen" sendiri sangat kagum dan tidak percaya kalau lagunya ini bisa digubah menjadi lagu modern yang menurutnya sangat bagus. Lagu tersebut diciptakan 30 tahun yang lalu. Kehilangan Suara Dewi Marpaung mulai menyanyi di usia enam tahun dengan mengikuti festival menyanyi anak-anak maupun mengisi program TV Show. Di balik karier menyanyi Dewi Marpaung, ada sisi cerita menarik pada usia belianya. Pada umur dua bulan, putri dari musikus Jack Marpaung (Trio Lasidos) ini terkena sakit dan suhu badannya tinggi. Akibat dari itu, ia kehilangan suara dan tidak bisa berkomunikasi sama sekali. Pernah pada suatu ketika Dewi terjerembab di kolong bawah tempat tidur dan orang tuanya tidak mengetahuinya. Jack dan sang istri kebingungan mencari putri kecilnya, namun tidak juga menemukannya. Mereka berkesimpulan Dewi telah diculik dan melaporkan hal itu ke polisi. Dewi bisa ditemukan ketika salah satu pamannya beristirahat di tempat tidur tersebut dan mendengar seperti ada suara anak anjing. Sang paman yang penasaran mengintip ke kolong tempat tidur dan mendapati Dewi tengah berusaha keluar dari kolong tempat tidur. Dewilah yang mengeluarkan suara mirip anak anjing itu. Orang tua Dewi hanya bisa pasrah sembari memohon kepada Tuhan menerima keadaan putrinya. Tetapi kehendak Tuhan berketentuan lain. Pada usia lima setengah tahun Dewi bisa berkomunikasi dengan lancar serta menampakkan bakat menyanyinya. Bagi wanita yang pernah menjadi Juara I Christmas Awards 2004, kejadian masa kecilnya adalah suatu keajaiban dan anugerah Tuhan dalam hidupnya. Untuk itu, di samping kesibukannya mengikuti jadwal show sebagai artis profesional ia selalu menyisihkan waktunya untuk kegiatan pelayanan rohani. Dewi Marpaung yang kini berusia 26 tahun, selain sebagai seorang penyanyi profesional, ia adalah seorang komposer yang berbakat. Hal itu dibuktikan dengan menciptakan lima judul lagu pada album perdananya yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. (tn-45) |