| Rabu, 05 Oktober 2005 | BANYUMAS |
Mendesak, Pemugaran Candi ArjunaBANJARNEGARA - Candi Arjuna di kompleks situs purbakala Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, perlu segera dipugar. Sebab, saat ini candi yang dibangun pada abad VIII itu miring ke kanan. Bahkan beberapa sambungan batunya sudah retak 5 cm. ''Agar kerusakan tidak lebih parah, kami memagari candi itu,'' kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Setiawan di Dieng, Sabtu (1/10). Jika candi itu ambruk, dia memperkirakan biaya penyusunan kembali lebih banyak. Bisa dua kali lipat daripada biaya pemugaran. Biaya pemugaran sekitar Rp 1,5 miliar. ''Dana itu bagi negara dan untuk kepentingan pemeliharaan situs purbakala masih terhitung kecil,'' katanya. Kompleks Candi Arjuna, ujar dia, merupakan salah satu objek wisata andalan di Dieng. Namun saat ini beberapa objek, seperti Telaga Warna, pun sudah rusak. ''Banyak wisatawan kecewa. Kami tak ingin Candi Arjuna, daya tarik wisata yang tinggal satu-satunya, hancur tak terawat,'' ujar dia. Kerusakan Telaga Warna, kata dia, antara lain akibat pencemaran lingkungan dan pembabatan hutan di perbukitan. Telaga mendangkal dan warna air yang beragam menghilang. Dia mengakui sulit menahan wisatawan asing atau domestik bertahan lebih lama di kawasan Dieng. Sebab, sarana akomodasi seperti hotel dan restoran masih minim. ''Meski, masih banyak atraksi wisata potensial bisa mereka saksikan dalam waktu lama.'' Namun dia menyatakan pembangunan jalan serta pembenahan berbagai objek wisata dan penataan pedagang kali lima terus dilakukan. Langkah itu untuk menata kawasan Dieng agar menarik lebih banyak wisatawan. (mos-53) |