logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 05 Oktober 2005 BANYUMAS
Line

Harga Beras Melambung, Bulog Belum OP

PURWOKERTO -Harga beras kelas medium seperti IR 64 dan cisadane yang paling banyak dikonsumsi di pasar-pasar Banyumas dan sekitarnya melambung, yakni antara Rp 3.400 dan Rp 3.900/kg. Namun kenaikan itu belum menggugah Bulog Subdivre IV Banyumas untuk melakukan operasi pasar (OP).

Harga beras sejak sebulan lalu memang sudah naik. Namun setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik sejak 1 Oktober, kenaikan harga beras sangat drastis.

Harga bervariasi tergantung pada letak geografis. Pedagang di Purwokerto mematok harga eceran IR 64 dan cisadane antara Rp 3.400 dan Rp 3.500/kg. Namun pengecer di Ajibarang menjual Rp 3.900/kg.

Wasti, pedagang beras di Sawangan, Purwokerto, menyatakan menjual IR 64 dan cisadane antara Rp 3.300 dan Rp 3.400/kg. ''Saya masih menjual dengan harga wajar. Namun di luar memang gila-gilaan. Pokoknya sejak harga BBM naik, harga beras tak terkendali. Pedagang menjual semau hati,'' katanya.

Rojiah, pedagang di Ajibarang, menuturkan menjual IR 64 Rp 3.900/kg. ''Harga naik drastis karena ongkos angkutan juga naik,'' katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Sekda Rofiq Widadi menyatakan harga IR 64 antara Purwokerto dan Ajibarang memang berbeda. ''Harga tergantung pada kondisi geografis. Makin sulit dijangkau harga kian tinggi karena butuh biaya angkutan lebih besar.''

Sudah Memprediksi

Pemerintah Kabupaten Banyumas, kata dia, sudah melayangkan surat ke Bulog Subdivre IV untuk melakukan operasi pasar karena harga di pasaran sudah melebihi Rp 3.500. Akan tetapi Bulog menjawab pihak kecamatan yang melayangkan permintaan agar operasi tepat sasaran.

Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Perum Bulog Subdivre IV Imam Pramono didampingi Hubungan Masyarakat Sugiyono menyatakan sudah memprediksi harga beras naik cukup tinggi akibat kenaikan harga BBM. ''Apalagi saat ini cadangan beras di pasaran menipis karena memasuki musim tanam,'' katanya.

Namun Bulog Subdivre IV belum berencana melakukan operasi pasar. Sebab, berdasar pemantauan di pasar, harga IR 64 dan cisadane masih di bawah Rp 3.500. ''Harga beras kualitas medium seperti IR 64 baru Rp 3.400, masih di bawah batas batas operasi pasar,'' kata Sugiyono, yang bersama tim memantau harga beras di 10 pedagang di Pasar Wage, Pasar Kebondalem, Karanglewas, Jalan Komisaris Bambang Suprapto, dan Mersi, Senin (3/10).

Bulog Subdivre IV baru melakukan operasi pasar bila harga di atas Rp 3.500/kg. ''Namun kami tetap menyiapkan stok beras untuk operasi pasar 4.000 ton. Harga tebus di Bulog untuk operasi pasar Rp 3.500/kg,'' katanya.

Dia menuturkan stok beras di gudang masih cukup, yakni 50.000 ton. Persediaan itu masih mencukupi kebutuhan program beras untuk rakyat miskin hingga Juli 2006 dengan rata-rata kebutuhan 4.600 ton/bulan. (G22,G23-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA