SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 03 Oktober 2005

- Kita tidak mampu menjawab, mengapa bom meledak lagi, mengapa jatuh korban lagi, dan mengapa teror terus membayangi? Otoritas-otoritas yang terkait dengan keamanan juga tidak mungkin memberi jaminan, apakah kawasan tertentu benar-benar dapat dikatakan aman, dan apakah tidak akan ada bom lagi setelah rentetan kejadian dari tahun ke tahun, bulan ke bulan menyajikan tragika kemanusiaan yang mengerikan. Termasuk di negeri tercinta ini. Ketika bom menewaskan sekian jiwa manusia,

- Pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan tengah malam. Pengumuman itu tidak mengejutkan, karena sudah dijadwalkan sebelumnya. Namun banyak yang terperanjat, merasa berat dan sedih melihat persentase kenaikan yang sangat tinggi. Baru pertama kali, kenaikan harga BBM setinggi itu. Benar-benar drastis dan itu bukti keberanian pemerintah di tengah aksi demo menolak kenaikan.

DUNIA pendidikan Indonesia mencatat sejarah baru tentang besarnya alokasi dana yang diterima dari kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Secara nominal, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 235 ribu per siswa SD/MI dan Rp 324,5 ribu per siswa SMP/MTs per tahun itu terhitung besar.

KRISIS energi benar-benar mulai menggerogoti sendi-sendi perekonomian dan terus berkembang ke arah stadium yang semakin gawat. Ekonomi Indonesia yang memang secara fundamental rapuh, kini berjalan tertatih-tatih. Lonjakan harga minyak di pasar internasional yang masih berkisar 65 dolar AS per barel..

Bila sebuah kota bersih, tertib, aman, kondusif dan teratur karena penduduknya selalu menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan, maka pemerintah dan aparat setempat mendapat pujian/penghargaan. Namun jika kota kotor, carut-marut, ada kerusuhan, maka rakyat yang disalahkan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA