| Senin, 03 Oktober 2005 | SALA |
Tata Ruang Kota Siap Diubah untuk Jalan TolPABELAN- Rencana tata ruang kota di daerah yang terkena proyek jalan tol Semarang-Solo siap diubah. Orientasi pembangunan akan dikaji ulang guna mendukung, karena sarana itu harus dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi, terutama di Boyolali, Karanganyar, Solo, dan Sukoharjo. Demikian diungkapkan oleh Kepala Bapeda Kabupaten Boyolali Andolia Pindongo SH, dalam seminar menggali potensi ekonomi wilayah pascapemilihan kepala daerah yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi UMS, Sabtu lalu. Jalan tol tersebut, kata dia, ke depan akan mampu mengubah struktur dan pola pembangunan. Karena itu, pemimpin daerah perlu mengantisipasi dan bertemu untuk menggagas kerja sama konkret agar pembangunan wilayah masing-masing bisa menyatu dan saling mendukung. "Misalnya Sukoharjo. Jika selama ini berorientasi ke Solo Baru, ke depan harus diubah ke Kartasura dan sekitarnya. Begitu pula Boyolali, saat ini sudah menyiapkan masterplan pengembangan wilayah ke sekitar Banyudono dan Kartasura, direncanakan menjadi pintu utara tol Solo-Semarang. Termasuk Karanganyar, harus ikut mengubah rencana tata ruangnya dengan menitikberatkan pembangunan ke wilayah Colomadu dan sekitarnya," paparnya. Menurut dia, keberadaan jalan tol tersebut sangat bermanfaat untuk pengembangan ekonomi regional di kawasan itu. Apalagi, pintu gerbang tol tersebut dekat Bandara Adisumarmo, sehingga lokasi akan menjadi sangat strategis. Bahkan, mungkin menjadi kota baru yang merupakan gabungan wilayah empat kabupaten dan kota. "Karena itu, sejak awal harus sudah diantisipasi. Jangan sampai ketika waktunya tiba, yang terjadi malah saling lempar tanggung jawab. Sebagaimana terjadi selama ini, jika menggarap wilayah perbatasan," kata Ando, panggilan akrab pria asli Poso, Sulawesi tersebut. (an-27s) |