| Senin, 03 Oktober 2005 | SEMARANG |
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan
KENDAL - Sesosok mayat tanpa identitas, Sabtu (1/10) sekitar pukul 13.30 ditemukan di kawasan hutan jati Petak 4A wilayah Dukuh Sekepel, Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kendal. Kondisi mayat berjenis kelamin laki-laki itu saat ditemukan sudah rusak dan hampir di sekujur tubuhnya terdapat luka. Luka-luka itu antara lain berada di bagian kaki, tangan, punggung, dan wajah. Hingga sore kemarin polisi belum bisa memastikan apakah pria nahas itu korban penganiayaan atau bukan. Sebab, hampir seluruh tubuhnya rusak. Diperkirakan korban telah meninggal enam atau tujuh hari sebelum ditemukan. Korban yang saat ditemukan hanya mengenakan kaus warna krem tanpa celana itu antara lain memiliki ciri-ciri berambut lurus panjang, kulit sawo matang, tinggi sekitar 150 cm, dan berusia sekitar 30 tahun. Pada pukul 17.15 kemarin jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSUD Dokter Soewondo Kendal. "Kondisi mayat sudah rusak dan menimbulkan bau tidak sedap. Karena kondisinya tersebut, tadi pagi (Minggu-Red) kami mengubur mayat di pemakaman orang tidak dikenal di sekitar rumah sakit ini," kata Alman, petugas kamar mayat RSUD Dokter Soewondo. Gelandangan Keterangan yang dihimpun menyebutkan, mayat tanpa identitas itu kali pertama ditemukan Radi, seorang pencari rumput. Saat melintas di Petak 4A, ia merasa curiga terhadap bau tidak sedap dan menyengat. Ketika sumber bau ditelusuri, dia menemukan sesosok mayat laki-laki nyaris telanjang dengan kondisi sangat mengenaskan. Penemuan itu selanjutnya dilaporkan kepada polisi. Kapolres Kendal AKBP Zainal Arifin Paliwang melalui Kanit Buru Sergap (Buser) Reskrim Iptu Agus Sulistya ketika dimintai konfimasi mengatakan, diduga mayat tersebut adalah gelandangan. "Dari beberapa saksi yang kami mintai keterangan, beberapa waktu sebelum ditemukan, orang tersebut diketahui sering mondar-mandir di wilayah Desa Penyangkringan. Meski demikian, kepastiannya masih harus menunggu hasil penyelidikan," terangnya. (G15-37n) |