| Senin, 03 Oktober 2005 | SEMARANG |
"Membangun Budaya Baca, Bukan Monopoli Pemerintah"SEMARANG- Membangun budaya baca dan belajar merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya monopoli pemerintah. Dalam membangun budaya itu, pemerintah daerah telah menyediakan berbagai fasilitas baca, termasuk buku dan perpustakaan. Demikian disampaikan Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Jateng Dra Titik Rahajoe, saat Konsultasi Publik Pengembangan Perpustakaan yang diselenggarakan instansi tersebut di Semarang, Kamis (29/9) lalu. Acara dibuka Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Setda Jateng, Agus Tiyanto, mewakili Gubernur Jateng H Mardiyanto. "Apa yang telah diberikan pemerintah tersebut tentu belum cukup, karena perlu dukungan dan komitmen bersama dalam membangun budaya baca dan belajar," ungkap Titik. Menurutnya, salah satu upaya meningkatkan pembangunan bangsa adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu bisa dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan melalui penyediaan berbagai fasilitas baca dan rujukan serta perpustakaan. Namun, dia mengakui, dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan. Karya Ilmiah Dia mengatakan, Perpusda Jateng akan menggelar lomba karya tulis ilmiah remaja tingkat provinsi berhadiah jutaan rupiah, dengan topik peran remaja dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat yang dimulai sejak usia dini. Panjang artikel penulisan, 5-7 halaman kuarto dengan ketikan satu setengah spasi serta fotokopi identitas diri. Artikel dikirim ke Kantor Perpusda Jateng di Jalan Sriwijaya No 29 A Semarang, paling lambat Kamis (20/10). Hasil lomba akan diumumkan Jumat (28/10) di instansi tersebut.(sjs-62s) |