logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Lomba Azan di Kauman, Tarawih ala Makkah di MAJ

SEMARANG - Dua hari menjelang Ramadan, Minggu (2/10) kemarin, sejumlah masjid di Kota Semarang sudah mulai berbenah diri. Di tiap-tiap masjid terpampang program amalan selama Ramadan, mulai dari yang bernuansa ibadah hingga muamalah.

Dua masjid penting di Kota Semarang, Masjid Agung Semarang (Kauman) dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJ), telah menyiapkan rangkaian program Ramadan.

Agenda terpenting yang dipersiapkan Masjid Agung Semarang adalah ritual dugder yang rencananya akan digelar besok (4/10) sore. Ritual itu merupakan bentuk penyambutan terhadap kehadiran bulan suci Ramadan.

Dalam ritual itu Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip akan memerankan Bupati Semarang "tempo doeloe" Arya Prabuningrat untuk menerima hasil halakah ulama tentang awal puasa. Selanjutnya, Bupati Semarang itu akan menghadap Gubernur Jateng Mardiyanto yang akan berperan sebagai Pengageng Kasunanan Surakarta di Semarang, bertempat di Masjid Agung Jateng Jl Gajah Raya.

Panitia Kegiatan Amalan Ramadan 1426 Masjid Agung Semarang MS Muhaimin menjelaskan, selain dugder, panitia juga mempersiapkan sejumlah kegiatan. Seperti di semua masjid, di masjid legendaris itu akan digelar shalat tarawih setiap malam. Di sela-sela tarawih dan witir akan dilaksanakan kuliah tujuh menit (kultum) dengan pembicara berganti-ganti setiap hari.

Terjadwal sebagai pembicara kultum antara lain Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Ketua Takmir Masjid Agung Semarang yang juga anggota DPR RI KH Hanief Ismail Lc, Kakandepag Kota Semarang Drs H Satori MA, dan budayawan Djawahir Mohammad. "Pada sepertiga akhir Ramadan kelak, kami akan melaksanakan Mujahadah Malam Likuran dengan agenda ibadah shalat tasbih, istighotsah, dan tausiyah," katanya.

Setiap hari mulai pukul 10.00 di serambi masjid akan digelar pengajian pagi tentang tafsir dan asbabun nuzul ayat-ayat Alquran bersama KH Mushoffa Abdullah Alhafidz. Siang harinya, KH Achmad Naqib Nur Alhafidz akan memimpin pengajian bakda zuhur tentang tafsir dan fadilat Alquran. Pada tahun-tahun lalu, pengajian bakda zuhur itu mampu mengundang ratusan orang dari berbagai daerah.

"Selain itu, kami akan menyelenggarakan lomba azan gaya Masjidil Haram. Audisi akan dilaksanakan mulai Rabu (5/10) dan finalnya pada pertengahan bulan ini. Semua juara, insya Allah, akan direkomendasikan menjadi muazin tetap shalat jumat di Masjid Agung Semarang," katanya.

Kalau Masjid Agung Semarang akan menggelar lomba azan gaya Masjidil Haram, MAJ tetap mengandalkan shalat tarawih ala Makkah sebagai daya tarik bagi umat Islam. Tiga hafidz, yakni KH Ulil Abshor Alhafidz (Jepara), KH Ahmad Thoha Alhafidz (Pekalongan), KH Zaenuri Ahmad Alhafidz (Tengaran) akan memimpin shalat tarawih.

"Setiap hari, untuk pelaksaanaan tarawih itu para imam akan membacakan Alquran satu juz," tutur Wakil Ketua Badan Pengelola MAJ Noor Achmad MA. (H9-60n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA