logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Oktober 2005 SEMARANG
Line

Gara-Gara Bensin

Sebuah Rumah Ludes Terbakar

CANDISARI - Sebuah rumah di Jalan Saputan Raya RT 3 RW 13, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari yang ditempati tiga keluarga ludes terbakar, Minggu (2/10). Menurut penuturan sejumlah saksi, kebakaran diduga karena api kompor menyambar bensin.

Ketiga keluarga yang menghuni rumah itu adalah Ny Karni (70) bersama dua orang anaknya, keluarga Daryono (50) dan keluarga Mulyono (45). Daryono yang merupakan pensiunan PNS beserta anggota keluarganya menempati bangunan rumah paling timur.

Mulyono, sopir omprengan pelat hitam, menempati bangunan paling barat. Sementara itu, ibunya, Ny Karni, menempati rumah bagian tengah.

Bagian belakang atau paling utara dimanfaatkan untuk gudang penyimpanan kayu-kayu untuk bahan pembangunan masjid di kampung itu. Gudang itu juga menjadi tempat penyimpanan sejumlah drum yang diduga berisi bensin.

Daryono dan Mulyono memiliki toko di depan rumah, tepat di tepi Jalan Saputan Raya. Kedua toko itu berdampingan. Satu petak untuk toko kelontong dan wartel milik Daryono sedangkan petak lainnya untuk tempat penjualan bahan bakar milik Mulyono.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sejumlah perabot rumah tangga dan uang tunai milik para korban ludes dilalap si jagi merah. Menurut perkiraan, korban menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Rumah Mulyono

Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu, Daryono bersama sejumlah tetangganya sedang menghadiri acara perkawinan tetangganya di sebuah gereja di kampungnya.

Ny Karni menuturkan, api muncul dari bangunan rumah yang ditempati Mulyono. Dia berteriak-teriak meminta tolong ke tetangga untuk mematikan api.

Tak lama kemudian, datang Ngatman (42) dan Kasiran (56), tetangga dekat korban. Ngatman berusaha memberi pertolongan kepada Ny Karni. Sementara itu, Kasiran menolong Mulyono. Ngatman mengalami kesulitan karena api telah membakar air dalam selokan.

''Saat kebakaran terdengar ledakan yang sangat keras. Mungkin saja itu berasal dari jerigen atau wadah untuk menyimpan bahan bakar,'' ujar Ngatman.

Guyuran air Ngatman tak mampu memadamkannya. Api baru padam setelah Ngatman menyiraminya dengan pasir. Setelah itu, dia baru bisa mengevakuasi Ny Karni.

Di rumah Mulyono, Kasiran melihat api sudah besar dan membakar semua kusen dan perabot.

Setengah jam kemudian, petugas pemadam yang datang ke lokasi kejadian dapat menjinakkan api. Masyarakat menemukan dua drum berisi BBM yang diduga sebagai penyebab kebakaran dalam gudang rumah itu. Satu drum masih tertutup dan satu drum lain sudah terbuka. Dari dalam drum yang terbuka tercium bau bensin.

Upaya petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan karena jalan kampung sempit dan rumah yang berdempet-dempetan. (G5-60j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA