logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Oktober 2005 INTERNASIONAL
Line

Topan Longwang Sapu Taiwan, 34 Terluka

TAIPEI - Topan Longwang bergerak menuju China setelah menyapu Taiwan, yang menyebabkan sedikitnya 34 orang terluka, Minggu kemarin. Ketika badai itu mencapai daratan Taiwan, lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi ke Provinsi Fujian, China timur.

Sebagian besar korban yang terluka berada di Taiwan. Mereka umumnya terkena pecahan kaca. Badai itu merusak atap empat rumah dan sebuah asrama mahasiswa di pantai timur Kota Hualien.

''Melihat kerusakan dan situasi sekarang, kita seolah-olah mendapat sedikit keberuntungan di tengah-tengah nasib malang ini,'' kata PM Taiwan Frank Hsieh, kemarin.

Amukan topan itu juga menangguhkan kepulangan Presiden Chen Shui-bian setelah melawat ke Amerika Selatan. Dalam penerbangan pulang, dia terpaksa mendarat di Bali.

Mata badai itu berada di atas laut, sebelah baratdaya Kota Taichung. Topan itu bergerak ke arah baratlaut dengan kecepatan 18 kilometer per jam. Biro Cuaca Pusat Taiwan mengatakan, sebagian besar wilayah Taiwan tidak tersapu topan Longwang.

Longwang (dalam bahasa China berarti raja naga). Pusaran anginnya bertiup dengan kecepatan 137 kilometer per jam dan sempat menguat sampai 173 kilometer per jam. Namun, tiupan anginnya melemah ketika melewati wilayah pegunungan di Taiwan tengah.

Hujan Deras

Pusat topan tersebut diperkirakan menyapu daratan Provinsi Fujian, China timur, Minggu malam. Televisi pemerintah China CCTV mengatakan, Longwang menyebabkan hujan deras di Fujian dan Provinsi Guangdong, China selatan, pada Minggu malam dan Senin ini.

Kapal-kapal feri berhenti operasi. Biasanya, feri-feri tersebut menghubungkan Kota Xiamen (Fujian) dengan pulau-pulau sekitar. Kantor berita Xinhua melaporkan, Fujian mengeluarkan peringatan tentang topan dan mengimbau para nelayan tidak melaut.

Media itu juga menyatakan warga di kawasan pantai, sekitar sungai, dan daerah-daerah rawan longsor atau banjir diungsikan ke tempat-tempat yang aman di Fujian.

Topan sering menyapu wilayah Taiwan, Jepang, Filipina, Hong Kong, dan China timur selama musim badai yang dimulai sejak awal musim panas sampai akhir musim gugur.

Topan Haitang menewaskan 12 orang Juli lalu. Tiga korban lainnya masih belum ditemukan.

Pada 2001, topan Toraji (salah satu badai paling dahsyat di Taiwan) menewaskan 200 orang. Beberapa bulan kemudian, topan Nari menyebabkan banjir paling parah di Taipei dan menewaskan 100 orang.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA