| Senin, 03 Oktober 2005 | EKONOMI |
Bulog Percepat Penyaluran Raskin
JAKARTA- Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menginstruksikan kepada Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran Raskin (beras untuk rakyat miskin) guna mengurangi timbulnya gejolak sehubungan kenaikan harga BBM. ''Raskin sebaiknya dipercepat agar tidak menimbulkan gejolak dan melakukan operasi pasar (OP) kalau harga beras di atas Rp 3.500 per kg," kata Menko Perekonomian Aburizal, di Jakarta, Sabtu. Menurut Aburizal, percepatan penyaluran Raskin penting dilakukan untuk membantu rakyat miskin yang mengalamu kesulitan ekonomi mengingat adanya kenaikan harga BBM. Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo, sebelumnya mengatakan, penyaluran Raskin akan dilakukan dua kali sebulan dari sekali sebulan dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga beras akibat kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sementara itu, Bulog Jateng akan tetap menjaga kualitas raskin agar yang diterima masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ketentuan kualitas ini juga diterapkan hingga ke tingkat kontraktor sebagai pelaksana lapangan. ''Persyaratan beras untuk bisa masuk Bulog sangat ketat termasuk tingkat kadar air. Bahkan, Bulog akan memberi sanksi kepada kepala gudang setempat untuk membayar klaim sebesar 50%, jika kualitasnya dibawah standar,'' ungkap HM Rusdi, kontraktor beras di Banyumas dalam keterangan pers di Semarang, kemarin. Mengenai adanya beras raskin yang kualitasnya kurang baik di daerah Wonosobo, ia menyatakan hal itu disebabkan oleh kondisi cuaca di wilayah itu yang lembab. Akibatnya kadar air mengalami perubahan. Selain itu, jangka waktu penyimpanan di gudang sangat mempengaruhi penurunan kualitas beras. ''Yang jelas, ketika memasok kualitasnya benar-benar diseleksi ketat oleh Bulog,'' tegasnya. Dalam pantauan di sejumlah wilayah di Jateng, pekan lalu khususnya di wilayah Pantura Barat, belum ditemukan adanya keluhan masyarakat mengenai kualitas raskin. Krisjono (50), warga dukuh Larangan, Desa Munjung, Kecamatan Kramat, Tegal menyatakan, selama ini kualitas raskin yang dia terima selalu layak konsumsi. Dia mendapat jatah sebanyak 5 kg per bulan. Ali Murtadlo. toko masyarakat di Desa Danasari, Pemalang mengungkapkan, di wilayahnya jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mendapat jatah raskin sebanyak 860 KK, per KK mendapat 10 kg. ''Mereka sebagian besar bekerja sebagai buruh dan nelayan. Hampir sebagian besar tidak pernah komplain dengan kualita raskin,'' ujarnya. Kasub Divre Bulog Pekalongan Bambang Napitupulu mengatakan, pelaksanaan penyaluran raskin tidak pernah mengalami masalah, sebab sebelum dipasok selalu dicek terlebih dahulu. ''Kalaupun ada beras yang diterima jelek, langsung kami ganti,'' ujarnya. (ant,G2-59) |