SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 30 September 2005

- Siapa saja boleh berunjuk rasa, asal tidak merusak. ''That's democracy,'' kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ya, pemerintah tidak perlu gusar menanggapi gelombang aspirasi menolak rencana kenaikan harga BBM. Di tengah upaya meyakinkan rakyat tentang pentingnya pengurangan subsidi BBM, wajar kalau muncul suara yang berbeda. Memang, disadari, dibutuhkan pemahaman yang sama di tengah upaya keluar dari krisis.

- Serangan dahsyat berturut-turut dua topan di kawasan Pantai Teluk di AS dengan selang waktu tidak berapa lama, melumpuhkan beberapa negara bagian di kawasan tersebut. Louisiana dan Texas paling menderita. Rakyat Amerika pun tersentak. Sedemikian marahkah alam? Sekilas, tampaknya tidak ada hubungan antara bencana alam tersebut dengan ulah manusia.

SESUAI pola sikap dan kultur orientasi publik di negeri ini, maka segala sesuatu akan mudah ditiru warga masyarakat manakala setelah terlebih dahulu dicontohkan, dan diberi suri tauladan oleh penguasa. Kecenderungan feodal ini, su-ka atau tidak suka, masih tetap eksis, hingga sekarang.

UNI Sovyet, salah satu negara adi kuasa berpaham komunisme, di akhir abad dua puluh runtuh, tepatnya pada akhir tahun 1991. Negara yang dulu mengakui sebagai negara bagian Uni Sovyet, satu - persatu memisahkan diri menjadi negara merdeka dan berdaulat. Dasar negaranya juga diganti,

Hati ikut bombong, seneng, bangga setelah melihat dan membaca koran ini 22 September 2005 yang memuat laporan dan gambar terwujudnya gedung ''SDN2 Pembaca Suara Merdeka'' di Banda Aceh. Gedung tadi menelan biaya hampir Rp 6 miliar hasil pengumpulan dana dari masyarakat yang diberikan secara ikhlas.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA