logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 SALA
Line

Gumoh Bisa Ganggu Pertumbuhan Bayi

KOTA- Jangan sepelekan gumoh pada bayi Anda! Begitu pesan dokter Badriul Hegar SpA. Meski sebenarnya gumoh (regurgitasi) adalah kondisi normal yang biasa terjadi pada bayi, jika berlebihan dan tidak ditangani, bisa mengakibatkan komplikasi dan terganggunya pertumbuhan bayi.

"Biasanya karena dianggap hal normal itulah, orang tua sering mengabaikan dan menganggap sepele. Banyak yang tidak peduli. Akibatnya, ketika sudah terjadi komplikasi, baru mereka datang ke dokter," papar dia, dalam workshop tentang Gumoh, yang diselenggarakan Nutricia Indonesia Fund di Hotel Quality, kemarin.

Menurutnya, di Indonesia, 70 bayi berumur kurang dari empat bulan dipastikan mengalami gumoh minimal sekali sehari. Kejadian itu mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Walau begitu, teryata hanya sekitar 25% orang tua bayi yang peduli dan menganggap gumoh sebagai sebuah masalah.

Dia mengatakan, gumoh terjadi karena keluarnya isi lambung melalui mulut, akibat belum sempurnanya katup antara lambung dan kerongkongan.

"Kalau terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik, hal ini akan mengakibatkan kerusakan dinding kerongkongan. Akibat paparan asam lambung yang keluar bersamaan dengan gumoh itu," ujar dia.

Karena itu, orang tua harus mengupayakan agar sang bayi tidak terlalu sering gumoh. (an-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA