logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 OLAHRAGA
Line

Tujuh Pemain Dipertahankan

JEPARA Dari 26 personel yang memperkuat ''Laskar Kalinyamat'' pada periode kompetisi 2005, sebanyak tujuh pemain hampir pasti dipertahankan untuk bisa memperkuat tim pada musim 2006.

''Sebelum gaji terakhir dibayarkan, manajemen telah meminta kesediaan ketujuh pemain itu,'' kata mantan sekretaris tim Dharmadi SH.

Gaji terakhir pemain diserahkan, Kamis (29/9) kemarin saat acara pembubaran tim Persijap bersama-sama dengan pembubaran tim pekan olah raga daerah (porda) di Gedung Wanita Jl HOS Cokroaminoto. Sekda Kabupaten Jepara Ir M Effendi MSi mewakili Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM secara resmi membubarkan tim Persijap dan porda 2005.

Untuk tim Persijap, hadir manajer yang baru saja terpilih kembali, Setiyono SE MM, pelatih Rudy William Keeltjes, dan para pemain. Termasuk dua pemain asing, yaitu Ebanda Ebanda Timothee (Kamerun) dan Niane Mamadou (Mali).

Bersedia

Tiga pemain asing lainnya kembali ke negara asal untuk berlibur. Mereka adalah Oliviera yang sudah pulang ke Brasil bersama Evaldo pada pertengahan September lalu, serta Phaitoon Thiabma (Thailand). ''Setelah pembubaran ini saya juga pulang ke Mali,'' kata Mamadou.

Para pemain tampak saling bercanda akrab setelah beberapa hari terakhir tak bertemu. Mereka saling mengucapkan salam perpisahan. ''Anak-anak langsung pulang semuanya,'' kata Dharmadi.

Mengenai tujuh pemain yang hampir pasti dipertahankan, Dharmadi masih belum berkenan menyebut namanya. ''Sepertinya berdasarkan negosiasi awal mereka bersedia,'' lanjutnya.

Setiyono membenarkan pihaknya telah meminta kesediaan tujuh pemain untuk bisa memperkuat Persijap musim 2006. Bahkan ia menyebut tiga di antaranya. Mereka adalah Evaldo, Phaitoon, dan Jemi Suparno.

''Kami juga masih mengakomodasi beberapa pemain muda lainnya,''katanya.

Dirampok

Sementara itu kabar menyedihkan terjadi pada diri Evaldo. Informasi yang disampaikan Dharmadi, Kamis (29/9) kemarin, Evaldo dirampok di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, saat hendak pulang ke Brasil pada pertengahan September lalu.

Akibatnya stoper jangkung itu kehilangan seluruh gaji yang ia terima selama membela Persijap musim 2005, minus gaji terakhir yang belum sempat ia terima.

''Saya menerima laporan beberapa waktu lalu dari saudara Evaldo yang tinggal di Salatiga. Setelah dirampok, Eva terpaksa pulang tanpa membawa tabungannya dari gajinya selama membela Persijap,'' tutur Dharmadi

Menurut informasi yang diterimanya, Eva tak bisa berbuat banyak karena ditodong langsung. (H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA