logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 OLAHRAGA
Line

Maman dan Modestus Ikuti Negosiasi

SEMARANG-Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi mulai melakukan negosiasi awal terhadap pemain untuk persiapan menghadapi Kompetisi Liga Indonesia XII.

Selain pemain yang menjadi kerangka tim PSIS di Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005, negosiasi juga dilakukan terhadap mantan pemain timnas U-20 asal Semarang. Mereka akan diikat secepatnya agar tidak lari ke tim lain. Negosiasi awal tersebut dilakukan kemarin di kantor Yoyok, Jl S Parman.

Dari pemain lama baru Maman Abdurahman dan Modestus Setiawan. Sedangkan dari mantan pemain timnas U-20 adalah Prananda Aditya, Syamsul, dan Ahmad Taufik. Untuk pemain PSIS lainnya, negosiasi akan dilakukan pada 5 Oktober bersamaan dengan pengambilan gaji bulan September.

''Maman dan Modestus akan mengikuti training center (TC) timnas U-23 sehingga tidak bisa datang pada 5 Oktober. Jadi, mereka kami panggil dulu untuk negosiasi awal. Intinya, mereka tetap ingin membela tim pada musim depan. Namun, soal harga masih belum ada kesepakatan,'' tutur Yoyok.

Kedua pemain tersebut memang dipanggil Peter Withe untuk memperkuat timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games Manila. Bahkan, mereka seharusnya sudah masuk TC sejak beberapa hari lalu. Namun, mereka ingin istirahat dulu setelah berlaga di babak delapan besar.

Ke Australia

Rencananya, pada 5 Oktober mereka akan ke Australia membela timnas U-23 menghadapi beberapa pertandingan uji coba.

Seusai melakukan negosiasi awal, Modestus juga mengakui belum ada tawar-menawar harga kontrak dengan manajemen tim. Dia belum siap membuka harga sehingga ingin berpikir dulu. Rencananya, sesudah mengikuti SEA Games, pria yang akrab disapa Tutus itu baru akan memberikan keputusannya. Meski demikian manajemen tim diharap tidak mengkhawatirkan loyalitasnya terhadap PSIS.

''Saya perlu berpikir matang untuk menentukan nilai kontrak. Paling tidak, harus meminta pertimbangan orang tua dulu. Karena itu, dalam negosiasi saya mengatakan belum siap dan minta waktu untuk memikirkannya,'' ujar mantan personel Persijatim Solo FC ini.

Negosiasi awal yang dilakukan kepada tiga mantan pemain timnas U-20, menurut Yoyok, juga belum terjadi kesepakatan harga. Harga yang diminta mereka dinilai melebihi anggaran yang sudah disiapkan. Meski demikian, bukan berarti tidak ada usaha untuk mempertahankan pemain yang menjadi aset Semarang itu. Pendekatan terhadap mereka tetap akan dilakukan.

''Negosiasi awal itu untuk menjajaki harga yang diinginkan. Jika permintaan nilai kontraknya terlalu tinggi, kami harus pikir dua kali. Kami harus melihat kondisi keuangan PSIS dulu,'' kata putra kedua Wali Kota Semarang yang juga Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip ini. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA