logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 NASIONAL
Line

Arah dan Kebijakan APBD 2006

Tanya :

Bapak Gubernur, tahun anggaran baru 2006 hampir tiba. Bagaimana arah dan kebijakan yang ditempuh Provinsi Jawa Tengah? Matur Nuwun.

(Mukhid - Perum Beringin Lestari - Kota Semarang)

Jawab:

Saudara Mukhid, terima kasih atas atensinya. Seperti disadari bersama, tidak lama lagi kita akan memasuki tahun anggaran baru 2006. Salah satu agenda yang harus dipersiapkan dalam memasuki tahun anggaran baru tersebut antara lain menyusun RAPBD 2006. Karena itulah, beberapa waktu lalu dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Jawa Tengah masing-masing dengan Nomor: 36 Tahun 2005 dan 26 Tahun 2005 tentang Arah dan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006. Selain merupakan tahap awal dari penyusunan RAPBD, penandatanganan tersebut juga merupakan bukti adanya komitmen yang kuat antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2006 yang efektif, efisien, dan akomodatif terhadap kepentingan masyarakat dan kebutuhan pembangunan Jawa Tengah. Pada sisi lain merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan dan sasaran program yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Provinsi Jawa Tengah tahun 2006, sekaligus menjadi dasar penilaian kinerja pembangunan Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

Arah dan kebijakan umum APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2006 yang disepakati tersebut, tentu diupayakan sejalan dengan kondisi, kemampuan, dinamika, dan tantangan Jawa Tengah di masa datang. Sekaligus antisipasi pada berbagai isu strategis, perkembangan dan prediksi perekonomian yang akan terjadi di tahun 2006. Walaupun disadari belum semuanya dapat memenuhi seluruh harapan dan aspirasi masyarakat Jawa Tengah, karena selain keterbatasan, juga aspirasi dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Hal itu tentu akan membulatkan tekad dan semangat eksekutif- legislatif untuk terus meningkatkan kinerja dan kerja sama sinergis dalam mewujudkan tujuan dan program-program pembangunan. Selain itu, prioritas program pembangunan Jawa Tengah yang meliputi: 1) Program yang mendukung tiga pilar pembangunan Jawa Tengah, yaitu pertanian dalam arti luas, IKM, UKM yang berorientasi ekspor, pariwisata yang berorientasi pada potensi masyarakat, sarana dan prasarana pendukungnya. 2) Program yang mendukung sinergisitas pelaksanaan program pusat dan daerah, antara lain pengembangan pelayanan kesehatan desa, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja, penyelamatan Laguna Segara Anakan serta River Improvement Segara Anakan. 3) Akselerasi program pembangunan dalam rangka pencapaian tahapan pembangunan tahun 2006, yaitu peningkatan daya saing, antara lain pembangunan Bandara Ahmad Yani, pembangunan jaringan jalan lintas Selatan, pembangunan jalan tol Semarang - Solo, promosi produk unggulan Jawa Tengah (TTI) ke kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Kemudian dalam upaya peningkatan kesejahteraan PNS, akan dilakukan peningkatan gaji pokok PNS yang direncanakan 5 s.d 20% dengan tambahan accres rata-rata 2,5% sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai harian daerah, diupayakan peningkatan upah pegawai harian daerah yang semula rata-rata Rp 500.000 per bulan, penggajiannya diatur dengan kriteria sesuai dengan tingkat pendidikan, yaitu untuk pendidikan SD, SLTP, SLTA atau yang sederajat Rp 550.000. Untuk pendidikan Diploma I, II dan III Rp 600.000 dan untuk pendidikan sarjana S1 dan seterusnya Rp 650.000 per bulan.

Untuk dana pendidikan pada prinsipnya akan dipenuhi 20% dari APBD secara bertahap. Untuk tahun anggaran 2006 baru dapat disediakan 15%, karena untuk mencapai angka 20% keuangan kita belum mampu. Dengan menyediakan dana 15% di tahun 2006 banyak bidang yang harus dibatasi anggarannya.

Dengan arah dan kebijakan umum APBD tersebut, diharapkan berbagai permasalahan Jawa Tengah di masa datang seperti masalah pendidikan, pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan dan kemiskinan, kesenjangan antardaerah, dan belum optimalnya pelaksanaan Orda dan pelayanan publik, dapat memperoleh solusi yang tepat. Kalaupun masih ada berbagai kekurangan dalam arah dan kebijakan umum APBD Provinsi Jawa Tengah dalam tahun anggaran 2006, marilah kita sikapi dengan semangat kebersamaan. Karena pada dasarnya, semua itu demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(41t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA