logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 NASIONAL
Line

Dua Orok Kembar Ditemukan di Sampah


USAI DIVISUM : Dua orok laki-laki kembar yang ditemukan di tempat pembuangan sampah saat akan dimakamkan warga Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten, usai divisum dan dishalatkan. (30h)

KLATEN - Warga Desa Tlogo kemarin digegerkan oleh penemuan dua orok di tempat pembuangan sampah. Orok berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan baru berumur enam bulan dalam kandungan itu diduga sengaja digugurkan.

Kedua orok yang telah meninggal dunia tersebut ditaruh dalam sebuah tas plastik warna hitam dan digantungkan di pagar dekat bak sampah samping Toko Sampurna Jalan Raya Yogya-Solo, tepatnya di Dukuh Tlogo Lor, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Warga menuturkan, pukul 04.30 Sudarmin (30), petugas kebersihan warga Pamukti Baru, mengangkut sampah dari bak tersebut untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah di Dukuh Mudal, Desa Tlogo, atau belakang Hotel Galuh Prambanan.

Dia mengira tas plastik hitam itu hanya berisi bangkai kucing, sehingga tanpa melihat apa yang terdapat di dalamnya langsung mengambil dan menaruh di dalam gerobak. Bersama sampah yang lain, tas plastik itu diangkut dan dibuang sebagaimana biasa.

Orok itu ditemukan oleh dua pemulung, yakni Padmo (70), warga Dukuh Mudal, Desa Tlogo Prambanan, dan Ny Kamtinah (48), warga Dukuh Krambonan, Desa Kebonalas, Kecamatan Manisrenggo, yang mengais tempat pembuangan sampah pukul 05.30.

Mereka menemukan tas plastik yang sobek oleh alat kaisnya. Ketika diamati ternyata ada dua orok di dalamnya, yang dibungkus dengan selembar kemeja warna putih. Kedua pemulung itu segera melaporkan temuannya ke Polsek Prambanan.

Diduga Aborsi

Kapolsek Prambanan AKP Edi Wibowo didampingi Kanit Resintel Aiptu Sutono mengatakan, setelah mendapat laporan, petugas mendatangi lokasi penemuan. Kedua orok itu kemudian dibawa ke Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Klaten untuk diperiksa.

Polisi juga menyelidiki warga di sekitar lokasi penemuan orok dan ternyata diketahui tak ada warga yang sedang hamil atau kehilangan bayi. Hingga kemarin polisi masih menyelidiki siapa pembuang orok kembar tersebut.

Dari hasil visum diperkirakan, orok tersebut baru berumur enam bulan dalam kandungan dan diduga kuat hasil aborsi.

Orok itu beratnya masing-masing sekitar 1 kg dan panjang 28 cm serta masih lengkap dengan ari-arinya.

Diperkirakan orok itu dibuang beberapa jam sebelum ditemukan.

Warga di sekitar tempat ditemukan dua orok tersebut geram terhadap orang yang tega membuang bayi tak berdosa itu ke tempat sampah.

Mereka memohon kepada polisi untuk merawat jenazahnya. Setelah divisum, jenazah dishalatkan di mushala Mapolsek Prambanan, kemudian diserahkan kepada warga Desa Tlogo.

"Jenazahnya diminta warga. Jadi, setelah divisum dan dishalatkan bersama di mushala Mapolsek, kemudian diserahkan kepada warga untuk dimakamkan," kata Aiptu Sutono. (F5-27h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA