logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 MURIA
Line

Flu Burung, Masyarakat Tak Usah Panik

REMBANG - Dinas Pertanian dan Peternakan menyediakan 14.000 ampul vaksin unggas untuk mencegah penjalaran penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI).

"Sampai sekarang Rembang masih aman. Karena itu masyarakat tak usah panik, hanya perlu waspada," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Maryadi.

Dia yang dihubungi di ruang kerjanya, kemarin, mengungkapkan, jumlah ayam ras di daerahnya 64.500 ekor sedangkan ayam kampung 881.106 ekor. Sementara itu, jumlah itik 103.743 ekor.

Menurut keterangan Maryadi, semua unggas itu kini berada dalam pengawasannya. Meski demikian, dia meminta kepada masyarakat agar secepatnya memberikan laporan jika menjumpai unggas yang sakit dengan tanda cengger membiru dan pada bagian kulitnya terdapat bintik-bintik merah.

"Kami sudah mendirikan posko untuk pelayanan masyarakat terutama yang ada kaitannya dengan flu burung," ujar Maryadi sambil menunjukkan posko di kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Rembang.

Tak Perlu Khawatir

Dia mengakui, ketersediaan vaksin terbatas jika dibandingkan dengan jumlah unggas di daerahnya. Namun, warga tak perlu khawatir karena tidak semua unggas butuh vaksinasi.

"Jika terjadi keadaan darurat, semua kekurangan pasti akan dipenuhi termasuk penambahan jumlah vaksin," tandasnya.

Mengenai penyemprotan di kandang-kandang milik peternak, Maryadi menyatakan sudah terlaksana. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit flu burung.

Tentang jumlah burung yang menjadi koleksi warga yang mungkin punya andil dalam menyuburkan virus AI, Maryadi menyatakan belum mempunyai datanya. Namun, bukan berarti pihaknya mengabaikan masalah tersebut.

"Kami sudah merencanakan kegiatan untuk mendata burung-burung koleksi warga," ujarnya.

Saat mendapat pertanyaan tentang banyaknya warga yang takut makan daging ayam, dia mengemukakan, hal itu seharusnya tidak boleh terjadi. Alasannya, virus AI akan mati pada temperatur 60 derajat Celsius. Dengan demikian, daging ayam yang direbus atau digoreng sudah terbebas dari virus tersebut. (jl-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA