logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 MURIA
Line

Arus Kendaraan Pantura Timur Tersendat

REMBANG - Antrean panjang kendaraan dan jerigen, kemarin terjadi di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Kabupaten Rembang. Setelah sehari sebelumnya di wilayah tersebut kehabisan bensin dan solar, kemarin SPBU-SPBU tersebut kembali mendapatkan pasokan dari Pertamina.

Rata-rata setiap SPBU di jalur pantai utara (pantura) timur tersebut, kemarin mendapatkan pasokan bensin dan solar sebanyak 16.000 liter.

Dari pemantauan Suara Merdeka di sejumlah SPBU di Kabupaten Rembang, antrean yang cukup panjang mulai terjadi sejak pagi hari. Namun, antrean semakin memuncak pada pukul 13.00, ketika tiap-tiap SPBU mendapatkan pasokan solar dan bensin dari mobil tangki Pertamina pada pukul 12.00.

Di SPBU Rembang barat yang berbatasan dengan Kecamatan Kaliori, antrean panjang mobil dan truk meluber hingga jalan raya yang hanya dua lajur itu. Hal itu, menyebabkan tersendatnya arus kendaraan menuju arah Kudus dan Semarang.

Sistem Girik

Sementara itu di SPBU 44.592.04 Lasem, antrean panjang kendaraan meluber hingga jalan raya pantura sehingga menyebabkan arus kendaraan yang menuju ke Surabaya tersendat.

Menurut salah satu sopir bus Dhafa jurusan Rembang-Pamotan yang kemarin mengantre di SPBU Lasem, Sodikun, dirinya antre sejak pukul 10.00. Hanya, dia menyatakan baru mendapatkan solar pada pukul 12.00.

Sementara itu, untuk memberikan keadilan bagi konsumen bensin, di SPBU Lasem diberlakukan sistem girik untuk pengantre jerigen. Mereka yang memakai jerigen, harus mengambil terlebih dahulu girik di kantor SPBU tersebut, baru kemudian diperbolehkan mengantre.

Sementara itu dengan adanya antrean tersebut, di setiap SPBU juga terlihat pengamanan yang cukup ketat dari kepolisian. Di setiap SPBU, terdapat tak kurang tiga-empat polisi berjaga-jaga.

Wakapolres Rembang, AKP Nugraha yang dikonfirmasi menuturkan, untuk setiap SPBU pihaknya menerjunkan anggota dari samapta, intel, satlantas, dan dibantu dari polsek setempat. "Penjagaan tersebut sudah kami mulai sejak krisis BBM terjadi di wilayah Rembang," katanya. (moe-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA