logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 MURIA
Line

Api Bediang, Penyebab Kebakaran Rumah Warga

PATI - Hasil pemeriksaan sementara tim identifikasi terhadap penyebab kebakaran 11 rumah warga Desa Sugihan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati menunjukkan, ada dugaan keras akibat api bediang. Bukti-bukti kuat diperoleh tim yang diterjunkan ke lokasi setelah penelitian asal mula sumber api muncul.

Kapolres Pati AKBP Dr Endang Suryadharma melalui Kasatreskrim Iptu Roland Ronaldy mengemukakan hal tersebut saat menjawab pertanyaan, Kamis (29/9). Apalagi hasil penyelidikan pihaknya juga diperkuat, sebelum kebakaran sambungan listrik rumah warga sejak siang hari terkena giliran pemadaman.

Karena itu, penyebab timbulnya api adalah akibat hubungan arus pendek listrik untuk sementara dikesampingkan. Dari puing rumah yang kali pertama terbakar, milik Pagi (55), pihaknya tidak menemukan bekas barang elektronik yang terbakar. Dengan demikian, kecil sekali kemungkinan terjadi hubungan arus pendek.

Dari fokus penyelidikan di bagian dapur rumah tersebut, petugas menemukan tungku tanah liat yang di dalamnya terdapat bekas api bediang. Dari tungku itu juga ditemukan bekas jagung bakar. Ada perkiraan sebelum pemilik rumah meninggalkan tempat untuk membeli makanan telah membuat api bediang.

Akibat terpaan angin lewat sela-sela lubang pada bagian dapur dan di sekitar tungku terdapat barang yang mudah terbakar, nyala api pun merembet ke dinding anyaman bambu. Sumber api jelas dari dapur rumah Pagi.

"Hal itu terlihat dari pokok pohon jati yang tak jauh dari asal api. Batang dan daunnya juga ikut terbakar."

Pulang

Kepala Desa Sugihan, Suparmin, ketika dihubungi dalam kesempatan terpisah menuturkan, setelah penyelidikan aparat kepolisian untuk mencari penyebab timbulnya api, pemilik rumah memperoleh kesempatan membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Dengan bantuan para tetangga, Kamis kemarin pekerjaan itu mulai berlangsung.

Jika memungkinkan, upaya mendirikan rumah tinggal sementara juga dengan gotong royong. Hanya yang menjadi masalah, para korban kebakaran sudah tidak mempunyai harta benda apa-apa. Karena itu untuk keperluan tersebut, tentu perlu uluran tangan dari pihak-pihak yang merasa simpati.

Untuk sementara, warga yang rumahnya terbakar masih tetap mengungsi di rumah tetangga sekitar. Demikian pula pemilik rumah yang kini masih berada di rantau juga telah mendapat kabar. Yang sudah sampai rumah baru dua orang, yaitu Sutono, anak Suparman, dan seorang lagi Warjan.

Di samping itu, perusahaan asuransi juga sudah meninjau ke lokasi.(ad-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA