logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 MURIA
Line

Menindak Tegas SPBU

BEGITU mendapat perintah dari Kapolwil Pati Kombes Pol Drs Didiek S Triwidodo, Kamis (29/9) pagi sekitar pukul 10.00, Kapolres AKBP Drs Endang Suryadharma langsung bergerak menuju ke sasaran, yaitu ke lokasi SPBU 44.591.01 Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo.

"Segel SPBU itu," perintahnya kepada aparat di jajaran Polwil dan Polres yang juga sudah tiba di lokasi. Lalu garis polisi pun dipasang melingkar pada pompa untuk pelayanan pembeli premium di SPBU tersebut.

Siapa pun pemilik SPBU ataupun masyarakat, tegasnya, jangan main-main dengan masalah BBM. Karena dalam upaya mengamankan kebijakan pemerintah, polisi akan menindaktegas jika ada pihak yang mencoba main-main dengan BBM khususnya menimbun.

Pasalnya, dampak penimbunan BBM tersebut akan menyusahkan warga. Apalagi yang terjadi sekarang, antrean terjadi di mana-mana namun ada SPBU yang masih mempunyai stok premium justru menghentikan pelayanan.

Di balik hal itu, tentu ada maksud-maksud tertentu. Apalagi kalau bukan upaya terselubung agar bisa menyimpan BBM tersebut sampai pemberlakuan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga. "Tentang latar belakangnya, tunggu saja hasil pemeriksaan," tandasnya.

Dukungan

Dalam upaya mengamankan kebijakan pemerintah, dia beserta jajarannya juga menyiapkan satuan petugas pengamanan selama 24 jam di setiap SPBU. Karena jumlah SPBU di Pati 19 buah, setiap SPBU akan ditempatkan tujuh personel.

Selain itu, juga ada dukungan dari jajaran Polwil dan satuan samping (Kodim). Bila sewaktu-waktu diperlukan, satuan-satuan itu siap diterjunkan. Meski demikian, dalam melakukan pengamanan tersebut tetap mengedepankan langkah-langkah persuasif. Seperti pada Kamis siang kemarin, para pengelola SPBU di Pati diminta berkumpul di Mapolres, lalu pihaknya meminta mereka untuk membantu menciptakan ketenangan dan ketertiban.

Dia menandaskan, menjelang pemberlakuan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, pengelola SPBU jangan sampai ada yang melayani pembelian premium atau solar menggunakan jerigen. Hal itu ternyata yang menjadi salah satu penyebab antrean panjang. (Alman Eko Darmo-61j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA