| Jumat, 30 September 2005 | MURIA |
Polisi Segel Pom Bensin Kaliampo
PATI - Jajaran Polwil dan Polres Pati, Kamis (29/9) kemarin sekitar pukul 10.30, terpaksa menyegel SPBU 44.591.01 Kaliampo di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati. Pasalnya, meskipun stok premium masih tersedia, petugas SPBU di pinggir jalan raya Pati-Kudus KM 7 itu menghentikan penjualan kepada para pembeli. Penyegelan SPBU milik Ida Novarina Sardjono (53) warga Jl Sisingamangaraja 17 Semarang itu dipimpin langsung Kapolres Pati AKBP Drs Endang Suryadarma atas perintah Kapolwil Kombes Pol Drs Didiek S Triwidodo. Perbuatan tersebut diduga keras ada unsur kesengajaan untuk menghentikan penjualan. Apalagi ada kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM pada 1 Oktober sehingga pihaknya menemukan unsur kesengajaan untuk menimbun BBM tersebut. Padahal dari pengecekan dan pengukuran yang dilakukan pihaknya bersama Pertamina Unit Pemasaran Dalam Negeri (UPDN) IV Jawa Tengah dan DIY, stok premium yang ada di SPBU itu masih 50.480,925 liter. Dari premium sebanyak itu terdapat dalam dua tangki pendam (bunker) SPBU tersebut masing-masing tangki masih sisa 18. 480,925 liter. Di satu tangki lagi yang masih terkunci, premiumnya masih utuh, yakni 32.000 liter. Sebelum melakukan penyegelan, Kasubbag Intelkam bersama anggotanya, pagi itu sedang melakukan pemantauan di SPBU yang ada di Pati. Sampai di SPBU tersebut, memang benar terdapat antrean kendaraan untuk membeli solar dan premium. "Karena pelayanan antrean pembeli premium mendadak berhenti, petugas pun curiga,"ujarnya. Mendadak Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya meminta petugas SPBU untuk menunjukkan tangki persediaan premium. Setelah tutup tangki yang tertanam dalam tanah itu dibuka, ternyata di dalamnya masih tersedia premimum cukup banyak, selain di satu tangki yang masih terkunci. Di samping itu, pada hari yang sama SPBU tersebut juga masih mendapat kiriman lagi dari Pertamina, tapi masih dalam perjalanan sehingga jatah tersebut harus dialihkan ke SPBU lain yang berlokasi di depan Kantor Dinas Pendidikan agar kebutuhan BBM masyarakat tidak terganggu. Sebab, di SPBU 44.591.09 di Desa Pegandan juga di Kecamatan Margorejo, sejak seminggu lalu pasokan solar dan premium terpaksa dihentikan karena diketahui petugasnya nakal menyangkut soal takaran. "Hal yang sama juga diberlakukan terhadap SPBU di Kayen, tapi hanya khusus untuk premium." Petugas SPBU Kaliampo, Djoko, yang mengaku hari itu bertugas bersama dua temannya sejak pukul 06.00 menjelaskan, waktu ada petugas dia yang melayani pembeli premium. Karena mesin pompa itu mendadak mati, dia beralih membantu temannya untuk melayani penjualan solar. Dia tidak tahu, apa yang menjadi penyebab pompa sistem digital itu mendadak berhenti. Sementara itu antrean BBM di jalur Pati-Kudus tetap terjadi saat SPBU di depan kantor Diknas mendapat pasokan. Sampai pukul 11.30, antrean sepeda motor masih berjubel dan antrean mobil memanjang hingga depan SMA Negeri 1 Pati. (ad-44n) |