| Jumat, 30 September 2005 | INTERNASIONAL |
Malaysia Ajak Thailand BerdialogSINGAPURA - Malaysia mengajak Thailand mendiskusikan masalah kekerasan yang kian meningkat di Thailand selatan. Kuala Lumpur juga ingin menghentikan ketegangan hubungan kedua negara berkaitan dengan konflik di wilayah yang mayoritas berpenduduk muslim tersebut. Deputi PM Malaysia Najib Razak Kamis kemarin mengatakan Kuala Lumpur ingin mengajak Thailand mengatasi secara bersama isu sensitif tersebut. Itulah sebabnya, Malaysia mengizinkan otoritas Thai menanyai 131 muslim yang melarikan diri dari Thailand selatan. ''Kami sangat terbuka pada gagasan-gagasan Bangkok untuk membahas masalah ini bersama-sama. Jika PM Thaksin Shinawatra atau pejabat tinggi Thailand ingin membicarakan masalah itu secara formal atau informal, kami bersedia membahasnya kapan saja,'' kata Najib dalam konferensi pers di Singapura. ''Namun saat ini, saya mengakui kita telah kehilangan peluang itu,'' tambahnya, menjawab pertanyaan apakah meningkatnya kekerasan di Thailand selatan disebabkan oleh tidak adanya kerja sama kedua negara untuk mengatasi konflik tersebut. Provinsi-provinsi di Thailand selatan merupakan eks wilayah kesultanan muslim. Pada 1970-an sampai 1980-an, kawasan itu ingin memisahkan diri dari Thailand. Namun gerakan separatisme itu gagal. Sejak Januari 2004, kerusuhan melanda wilayah tersebut. Dua Kewarganegaraan Walaupun pemerintah Thai telah mencoba berbagai cara untuk menumpas perlawanan militan di daerah selatan, kekerasan masih berlanjut sampai sekarang. Wilayah Thai selatan itu berbatasan dengan Malaysia. Sebagian besar penduduknya berbahasa Melayu. Najib menyambut baik keputusan Thaksin menghilangkan sistem kewarganegaran ganda. ''Kami kira, hal itu merupakan masalah utama yang lama tidak terselesaikan. Kami berharap dapat mencapai kemajuan untuk menyelesaikan persoalan ini,'' ujarnya. Banyak muslim Thailand selatan memiliki dua kewarganegaraan (Malaysia dan Thailand). Hal itu menjadi persoalan yang rumit di antara kedua negara bertetangga tersebut. Thailand meminta Malaysia mengembalikan kaum militan Thai yang mencari suaka ke Kuala Lumpur dengan memanfaatkan dwi-kewarganegaraan itu. Banyak militan itu sebelumnya melancarkan serangan di Thailand. Namun Malaysia mengatakan tidak dapat mengekstradisi warga Malaysia ke Thailand. Terlebih lagi, Bangkok ingin mengadili mereka. Perkembangan terakhir, 131 muslim Thai menyeberangi perbatasan dan masuk ke wilayah Malaysia. Mereka meminta suaka kepada Malaysia. Insiden itu menyulut ketegangan hubungan di antara kedua negara.(rtr-ben-25) |