logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 INTERNASIONAL
Line

Bush Cabut Larangan Ekspor Senjata ke Libia

WASHINGTON - Presiden George W Bush, Kamis kemarin mencabut sejumlah larangan ekspor alat pertahanan ke Libia untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan AS ikut dalam menghancurkan senjata-senjata kimia dan memperbarui delapan pesawat transpor.

Kebijakan itu merupakan salah satu tindakan lain untuk meningkatkan hubungan setelah Libia pada Desember 2003 memutuskan menghentikan program-program senjata nuklir, kimia dan biologisnya.

Dalam sebuah memorandum kepada Menlu Condoleezza Rice, Bush mengatakan dia mencabut beberapa larangan berdasarkan Undang-Undang Pengawasan Ekspor Senjata AS karena hal itu adalah untuk kepentingan keamanan nasional AS. Undang-undang itu melarang ekspor alat pertahanan ke Libia karena Deplu menuduh negara itu sebagai negara sponsor terorisme.

''Bush mencabut larangan ekspor alat pertahanan itu untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan AS ikut serta dalam program Libya untuk menghancurkan persediaan senjata kimia,'' kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Hal itu juga akan memungkinkan pembaruan delapan pesawat angkut C-130H yang dibeli Libia tahun 1970-an. Pesawat itu tidak pernah dikuasai Tripoli, tetapi tetap berada di gudang di AS.

Keputusan Bush ini adalah langkah terbaru untuk meningkatkan hubungan antara AS dan Libya. Awal tahun ini, AS mencabut larangan para diplomat Libya di AS untuk melakukan perjalanan lebih dari 25 mil dari Washington dan New York.

Tahun lalu, AS mengakhiri embargo perdagangan terhadap Libia sebagai satu balasan terhadap penghancuran senjata pemusnah massal.(ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA