logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 September 2005 BUDAYA
Line

Album Bengawan Solo dalam Tiga Bahasa

  • Libatkan Sundari Soekotjo dan Mus Mulyadi

SEMARANG - Lagu ''Bengawan Solo'' karya Gesang itu sudah sangat dikenal masyarakat. Lagu yang terinspirasi oleh keindahan alam ini tidak saja terkenal dan dikagumi di Indonesia tetapi juga di pelosok dunia, seperti Jepang dan Belanda. Lagu ini pun telah dua kali difilmkan dan tidak sedikit negara-negara yang mengadaptasi atau menerjemahkan lagu ini ke dalam bahasa mereka.

Lagu "Bengawan Solo" masuk ke Jepang untuk kali pertama setengah abad lalu, di masa perang. Para tentara Jepang di Pulau Jawa saat itu mendengar lagu tersebut lewat radio. Mereka pun membawa rekamannya ke Negeri Sakura. Kini, 65 tahun sudah usia lagu ''Bengawan Solo'' dan penciptanya, Gesang, genap berusia 88 tahun pada 1 Oktober 2005.

Ulang tahun sang maestro itu akan dirayakan di Solo. Perayaan itu sebagai penghargaan atas sumbangsih dan dedikasi Gesang kepada dunia musik Indonesia, khususnya musik keroncong.

"Kami dengan rasa hormat yang tertinggi ingin memberikan suatu penghargaan kepada beliau berupa dua buah album baru," kata Noni, bagian promosi PT Gema Nada Pertiwi.

Dua album tersebut adalah A Special Collection for The Special Collector dan 65th Colourful of Bengawan Solo.

Lagu ''Bengawan Solo'' digubah dengan berbagai versi maupun iringan musik, antara lain keroncong, degung, kacapi suling, orkestra, disco, reggae, pop rock, rock dan pop country. Album ini juga terbilang unik karena menggunakan tiga bahasa, yaitu Indonesia, Mandarin dan Jepang.

Artis Pendukung

Album ini didukung pula oleh Sundari Soekotjo, penyanyi keroncong berwajah cantik itu membawakan ''Bengawan Solo'' dalam irama original Keroncong. Lalu, Mus Mulyadi yang berjuluk King of Keroncong menyanyikan lagu yang sama dalam irama disco reggae.

Tuti Maryati, dengan gayanya yang khas membawakan ''Bengawan Solo'' dalam dua versi unik, yaitu Sundanese Degung dan Japanese Keroncong. Masih ada Harry & Iin, duet manis yang sudah tidak asing lagi bagi penggemar lagu-lagu pop Mandarin ikut mendukung album 65th Colourful of Bengawan Solo. Dalam album ini Iin membawakan ''Bengawan Solo'' dalam irama Pop Country, sementara Harry membawakan lagu yang sama dalam tempo Mandarin Chacha.

Artis pendukung lainnya adalah Melani Tunas, bintang tamu dengan suaranya yang lembut menyanyikan Bengawan Solo berirama Mandarin Keroncong, dan Dong Feng (band Mandarin asal Jakarta yang menyajikan musik bernuansa pop progresif), Genís 21 (band mandarin idola anak-anak muda asal Medan ), Lidya Lau ( 11), peraih anugerah MURI sebagai penyanyi cilik pertama di Indonesia yang menyanyikan lagu-lagu Mandarin. (H10-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA