SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Kamis, 29 September 2005

JAKARTA - Tepat pukul 21.00 WIB, overture pembuka yang dibawakan Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS membuka konser A Tribute to Teguh Karya. Setelah itu, Slamet Rahardjo Djarot, salah seorang murid maestro sinema Indonesia itu menyampaikan narasi tentang perjalanan hidup Lim Tjoan Hok alias Teguh Karya.

 

''Aku bertanya kepada bumi, siapa yang melahirkan ibu/ Bumi tersipu, tapi kudengar laut menyahut/ ''Ia bersaksi atas fakta, namun tak berdaya untuk bicara!''/ Aku bertanya kepada laut, siapa yang menampungnya?/ Laut menggelora, tapi kerontang sebelum usai membilang nama...'' (''Osmosa Asal Mula'' karya Sitok Srengenge)

GERAKAN tubuhnya yang mengikuti alunan musik membuat para pengunjung terpana. Rambut pirangnya yang panjang bergerak mengikuti liukannya. Sepatu hak tinggi yang dikenakannya tak mampu membendung semangatnya untuk terus menari. Dan, kakinya yang panjang seolah tak mau berhenti bergerak di lantai dansa.

SELAMA ini Diah Permatasari memang identik dengan penampilannya yang seksi. Bahkan, saat bulan Ramadan sekalipun. Yang terpenting baginya adalah terlihat menarik. Bagi artis sinetron yang melambung lewat Si Manis Jembatan Ancol ini, penampilan seksi bukan berarti harus dengan pakaian terbuka,

JAKARTA - Sejumlah penyanyi dangdut yang telah lama malang melintang dalam blantika musik goyang mendominasi nominasi Anugerah Dangdut Pemirsa TPI (ADP-TPI) 2005. Untuk Kategori Penyanyi Dangdut Wanita Tersohor mereka yang masuk nominasi adalah Elvie Sukaesih, Ikke Nurjanah, Inul Daratista, Ira Swara, dan Nita Thalia. Kategori Penyanyi Dangdut Pria Tersohor dengan unggulan A. Rafiq, Alam, Mansyur S, Meggy Z, dan Rhoma Irama.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA