| Kamis, 29 September 2005 | SALA |
Reputasi Partai di Tangan SunarnoKLATEN - Perolehan suara pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar Sunarno SE dan Samiadji SE MM telah membawa keyakinan untuk memenangi Pilbup Klaten 2005. Di tangan Sunarno, reputasi Golkar dipertaruhkan. ''Dengan kemenangan itu, berarti kepercayaan masyarakat pada Partai Golkar mulai tumbuh lagi. Karena itu, bila Mas Narno (panggilan akrab Sunarno) bisa mengemban amanah dengan baik maka reputasi partai akan ikut menjadi baik,'' ujar Ketua DPD Partai Golkar Klaten Drs Anang Widayaka, kemarin. Dalam tradisi Golkar, jabatan politis yang diemban merupakan persembahan partai. Untuk itu, pasangan Sunarno-Samiadji harus bertanggung jawab sebagai kader partai lantaran keduanya diusung Partai Golkar. ''Jika selama menduduki jabatan politis mereka tidak bisa menjalankan amanat dengan baik, Partai Golkar akan rugi. Namun kalau berhasil membangun kepercayaan masyarakat, kepercayaan masyarakat kepada partai juga akan meningkat,'' papar Anang. Sementara itu, kini Anang dan bupati terpilih serta pengurus DPD PG Klaten sedang memikirkan wujud sumbangsih partai pendukung terhadap kepemimpinan Sunarno. Sewaktu meminta dukungan kepada partai lain untuk mendukung Sunarno, Anang menawarkan imbal balik berupa keikutsertaan partai tersebut dalam memberikan saran kepada bupati dan wakil bupati sebelum menelurkan kebijakan. Pada kenyataannya, janji itu yang membuat partai-partai tertarik sehingga terkumpul dukungan dari 13 partai lain. Dia menggagas tim kecil itu dengan nama Dewan Pertimbangan Kebijakan Publik. ''Mungkin tidak satu partai satu wakil karena jika terlalu banyak malah tidak efektif. Forum itu nantinya hanya bersifat informal, seperti jagongan tapi serius memikirkan Klaten. Kami bisa berkumpul setiap saat untuk membahas isu strategis,'' paparnya. Pilihan Rakyat Anang mencontohkan, pada saat menjelang pembahasan APBD maka tim kecil itu akan membahas isu-isu strategis seputar APBD. Saat ini, wujud kerja sama itu sedang dirumuskan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). ''MoU-nya sedang akan dibahas. Nanti tim akan memberi masukan kepada Bupati tentang bagaimana sebaiknya kebijakan publik yang akan dia ambil. Namun, keputusan mutlak tetap ada di tangan Bupati,'' ungkap Wakil Ketua DPRD Klaten itu. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Klaten Harri Pramono tak mau berkomentar banyak tentang kekalahan pasangan calonnya, Warsito-Wuryadi. Padahal, partainya adalah pemenang pemilu legislataif di Klaten. Sebelumnya, ada keyakinan pasangan dari partai tersebut akan unggul mengingat mereka juga didukung oleh PKB yang mempunyai suara cukup besar. ''Saya tidak bisa berkomentar. Hasil pilbup itu merupakan realitas yang harus dihadapi. Yang mendapat suara terbanyak adalah pasangan calon pilihan rakyat,'' kata Harri kepada wartawan di kantor DPRD Klaten, kemarin. Dia bersama tim DPC PDI-P sudah berusaha sungguh-sungguh agar pasangan calonnya dapat tampil sebagai pemenang. Namun kenyataan akhir berkata lain, Warsito-Wuryadi hanya mampu menduduki urutan ketiga. (F5-16j) |