| Kamis, 29 September 2005 | OLAHRAGA |
Kapolri Pantau Olahraga yang Dianggap RawanJAKARTA -Menyusul kerusuhan yang kerap mewarnai Kompetisi Liga Indonesia XI, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto menyatakan akan segera mengevaluasi digelarnya pertandingan sepak bola lainnya. Misalnya saja Turnamen Piala Indonesia 2005 yang partai puncaknya rencananya akan digelar pada November mendatang. "Tidak seharusnya olahraga sepak bola yang banyak digemari olah masyarakat kita diwarnai kerusuhan. Alangkah indah jika sepak bola ini disaksikan dengan aman dan damai," ujar Sutanto usai acara serah terima jabatan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) dari ketua umum lama Rita Soebowo kepada dirinya di Jakarta, kemarin. Sutanto berjanji akan terus memantau seluruh kegiatan olahraga yang dianggap rawan. Hal ini sesuai dengan kapasitasnya sebagai Kapolri dan bertanggung jawab penuh atas kondisi keamanan dan ketertiban di Indonesia. Jenderal bintang empat asal Pemalang ini mengimbau kepada seluruh masyarakat pencinta sepakbola selalu menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. "Mari kita ciptakan sepak bola yang enak ditonton," ujarnya. Sutanto akan menjabat ketua umum PP PBVSI dari 2005 hingga 2009. Dia berjanji untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mengembangkan bola voli di Tanah Air. Dibakar Kerusuhan saat final Liga Djarum 2005 telah mengakibatkan korban materi maupun jiwa. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi I Ketut Untung Yoga beberapa waktu lalu menyatakan, puncak kerusuhan terjadi dalam final Liga Indonesia 2005 di Stadion Gelora Bung Karno pada hari Minggu lalu. Saat itu sebanyak 74 orang ditangkap. 40 orang di antaranya diperiksa di Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan 34 orang diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Mertro Jaya. Dalam insden itu sebanyak 22 mobil rusak. 11 mobil adalah milik warga dan 11 mobil lainnya merupakan kendaraan operasional Polda Metro Jaya juga. Bahkan dua mobil milik Polda dibakar. Selain itu 41 orang menderita luka-luka akibat kerusuhan tersebut. Dari jumlah korban luka itu, 23 orang di antaranya adalah aparat Kepolisian. Tercatat 13 warga juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.(D3-22) |